|
'Bom Palembang lebih dahsyat'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kapolri Jendral Sutanto memastikan puluhan bom yang ditemukan di Palembang memiliki daya ledak lebih mematikan dari bom yang
digunakan dalam aksi teror di Indonesia selama ini.
Menurut Jenderal Sutanto, puluhan bom itu berbeda dengan bom-bom yang digunakan dalam berbagai aksi peledakan sebelumnya. Kepastian itu diperoleh setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap puluhan bom itu. Jenderal Sutanto menambahkan tersangka utama kelompok Palembang itu dipastikan adalah warga negara Singapura. Tersangka, tambah Kapolri, memang terkait dengan buronan teroris Noordin M Top dan Mas Selamat Kastari yang melarikan diri dari penjara Singapura. Selain itu, polisi masih menyelidiki kemungkinan hubungan antara tersangka dan kelompok Al-Qaida. Masih belum jelas apakah tersangka teroris warga Singapura itu sudah dipindahkan ke Jakarta untuk diinterogasi lebih lanjut. Dalam penangkapan 10 tersangka teroris di Palembang, Sumatera Selatan beberapa hari lalu, polisi menemukan sejumlah bukti antara lain 21 bom waktu. Sebanyak 16 buah bom diantaranya sudah siap digunakan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||