|
Iran 'tanggapi tawaran nuklir'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Iran memberi tanggapan atas tawaran insentif jika negara itu menghentikan pengayaan uranium, kata laporan media pemerintah
Iran.
Mereka mengatakan jawaban itu diberikan kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana, tanpa memberi rincian lebih lanjut. Paket insentif yang disampaikan Cina, Uni Eropa, Prancis, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat diberikan kepada Iran oleh Solana pada bulan Juni. Dia juga meminta Iran untuk menerima pembekuan enam minggu program kontroversial Teheran, dengan imbalan sanksi PBB yang baru juga dibekukan. Dewan Keamanan PBB menyepakati sanksi putaran ketiga terhadap Iran terkait isu ini pada bulan Maret 2008. Secara terpisah, Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi baru pada Iran bulan Juni. Teheran membantah tuduhan Barat bahwa negara itu berusaha untuk membangun senjata nuklir, dengan mengatakan program yang mereka jalankan bertujuan damai. Iran kembali menolak tuntutan untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium, yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik atau materi untuk pembuatan senjata jika dikayakan lebih lanjut. Insentif Tanggapan Teheran disampaikan kepada Solana oleh dutabesar Iran di Belgia, kata kantor berita Iran, IRNA, yang mengutip seorang penjabat Iran yang tidak disebutkan namanya.
Pejabat itu mengatakan jawaban tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Iran Manoucher Mottaki. Televisi pemerintah Iran juga mengatakan bahwa perunding nuklir utama Iran, Saeed Jalili, telah berbicara dengan Solana melalui telepon pada hari Jumat. Kantor Solana sampai sejauh ini belum mengukuhkan apakah tanggapan Iran kepada Uni Eropa sudah diterima. Paket insentif itu disusun berdasarkan tawaran sebelumnya pada tahun 2006 dan mengatakan jika Iran menghentikan pengayaan uranium barulah pembicaraan tentang perjanjian jangka panjang bisa dimulai. Yang ditawarkan adalah hak bagi Iran untuk mengembangkan energi nuklir bagi perdamaian dan Iran akan diperlakukan "dengan sama" seperti negara-negara lainnya di bawah Traktat Non-Proliferasi Nuklir. Iran akan mendapat bantuan dalam mengembangkan pembangkit tenaga nuklir dan dijamin mendapat bahan bakar. Teheran juga ditawarkan mendapat kemudahan dalam hal perdagangan, termasuk kemungkinan sanksi Amerika dicabut, yang melarang Iran membeli pesawat terbang sipil baru dan onderdilnya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||