BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 04 Juli, 2008 - Published 09:44 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bush akan hadiri Olimpiade
 
Presiden Bush
Presiden Bush sejak awal berniat hadir, kata Gedung Putih
Presiden AS George W Bush akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Beijing, kata Gedung Putih.

Kelompok hak azazi manusia dan para politisi oposisi termasuk kandidat pemilihan presiden Barack Obama mendesak Bush untuk mempertimbangkan untuk memboikot upacara itu.

Catatan hak azazi Beijing menjadi sorotan sejak aksi protes warga Tibet ditindas pada bulan Maret.

Tentara menggunakan kekerasan untuk menangani unjuk rasa terbesar anti-Cina di masyarakat Tibet dalam dua dasawarsa.

Beijing mengatakan para perusuh menyebabkan kematian sekitar 20 orang dalam aksi kekerasan itu, namun kelompok-kelompok Tibet di pengasingan menuduh pasukan keamanan menewaskan sejumlah pengunjuk rasa.

'Mendukung para atlit'

Keputusan oleh Presiden AS itu dilihat sebagai kemenangan simbolis bagi Cina dan akan membuat senang para pemimpin Cina serta penyelenggara Olimpiade Beijing, kata wartawan BBC James Reynolds di Beijing.

Beberapa pemimpin dunia tidak akan menghadiri upacara pembukaan pada tanggal 8 Agustus.

Kanselir Jerman Angela Merkel tidak akan menghadiri Olimpiade. Perdana Menteri Inggris Gordon Brown hanya akan hadir pada upacara penutupan.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan kehadirannya tergantung pada kemajuan dialog antara Beijing dan pemerintah Tibet di pengasingan.

Meski Presiden Bush kini diketahui akan menghadiri Olimpiade, rencana yang lebih rinci belum diungkapkan.

Juru bicara Gedung Putih Dana Perino mengumumkan keputusan Bush dalam sebuah pernyataan.

"Presiden yakin dia akan pergi ke Cina untuk mendukung para atlit kami. Dia melihat ini sebagai sebuah kejuaraan olahraga," katanya.

Presiden Bush dan ibu negara, Laura Bush, akan bertemu dengan Presiden Cina Hu Jintao sebagai bagian dari lawatan mereka ke negara itu, dan juga akan mengunjungi Korea Selatan dan Thailand, kata Gedung Putih.

Pernyataan Amerika Serikat itu dikeluarkan beberapa hari setelah utusan-utusan senior pemimpin spiritual Tibet yang hidup di pengasingan, Dalai Lama, menggelar babak kedua pembicaraan dengan pejabat Cina di Beijing.

Hasil pembicaraan itu belum diungkapkan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy