|
Bom Belarus lukai 50 orang
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya 50 orang menderita luka-luka di ibukota Belarus setelah sebuah bom meledak ketika berlangsung konser di ibukota
Minsk.
Acara itu bertempat di pusat kota untuk memperingati hari kemerdekaan bekas wilayah Uni Soviet itu. Presiden Alexander Lukashenko, yang pemerintahannya disebut sebagai pemerintah otokratik oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, menghadiri konser tersebut. Polisi kemudian menemukan alat yang belum meledak Minsk, kata kantor berita Rusia Interfax yang mengutip pernyataan kementerian dalam negeri. Tidak ada motif yang jelas, namun polisi mengatakan ledakan kemungkinan adalah tindakan "para perusuh". Ledakan terjadi tidak lama setelah tengah malam waktu setempat, di saat ribuan orang berkumpul untuk menonton konser di sebuah tempat peringatan perang di ibukota. Dmitry Kudyakov, 32 tahun, mengatakan dia merasakan guncangan keras dan melihat asap. "Orang-orang mulai menangis. Beberapa jatuh di depan saya dan darah di mana-mana," katanya kepada kantor berita Associated Press. Beberapa paku ditemukan di lokasi, sehingga para petugas keamanan menduga bom itu adalah rakitan sendiri. Penyelidikan awal Setelah ledakan terjadi, Presiden Lukashenko langsung melakukan penyelidikan di lokasi, kata juru bicaranya kepada kantor berita Reuters. "Presiden tidak jauh. Dia sampai ke tempat ledakan dalam beberapa menit. Dia tidak berada di sana lama agar tidak mengganggu para petugas," kata Pavel Legkiy.
Dia mengatakan presiden bukan sasaran serangan. Para wartawan mengatakan serangan semacam itu amat jarang terjadi di Belarus, yang dikendalikan erat oleh President Lukashenko. Belarus meraih kemerdekaan ketika Uni Soviet pecah pada tahun 1991. Namun wartawan BBC James Rodgers di Moskow mengatakan presiden masih mempertahankan pemerintahan bergaya Soviet. Pihak Barat mengecam keras cara Presiden Lukashenko memperlakukan lawan-lawan politiknya. Para pendukungnya memuji presiden yang dilihat melindungi Belarus dari ketidakstabilan yang banyak dialami oleh bekas-bekas republik Soviet lainnya di tahun 1990-an. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||