BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 04 Juli, 2008 - Published 10:07 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Narkotika Seoul terkait Afghan
 
seoul
Kepolisian di Korea Selatan mengatakan mereka menahan sejumlah pria Asia Selatan yang diduga terlibat jaringan narkotika yang terkait dengan Taliban di Afghanistan.

Orang-orang tersebut diduga mencoba menyeludupkan ke Afghanistan bahan baku untuk produksi heroin, kata seorang jurubicara kepolisian.

Dalam satu penyergapan, para petugas menyita 12 ton asam anhidrad. Bila dicampur dengan morfine yang disarikan dari bunga ganja, bahan kimia itu akan menghasilkan heroin.

Sergapan terpisah

Sebanyak sembilan orang ditahan di Korea Selatan, kata kantor berita AFP mengutip penjelasan polisi.

Dua pria, seorang warga Afghanistan dan seorang warga India, ditahan hari Rabu sewaktu polisi menyerbu satu pabrik di pinggiran Seoul.

Di situlah ditemukan asam anhidrad sebanyak 12 ton.

Salah seorang di antara yang ditahan mengaku bahan-bahan kimia tersebut akan dikirim kepada Taliban, kata polisi.

Dalam operasi terpisah sebelumnya, seorang laki-laki Pakistan ditahan dan seorang lagi dalam pengejaran setelah penyergapan di bagian lain Seoul.

Kepolisian mengatakan mereka yakin kelompok itu telah mengirimkan sekitar 50 ton bahan kimia tersebut ke Afghanistan sejak April 2007.

Enam puluh dua ton asam anhidrad bisa membuat hampir 30 ton heroin, kata kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip keterangan seorang penyelidik kepolisian.

Pendapatan dari perdagangan narkotika itu merupakan sumber dana bagi Taliban.

Bulan lalu, satu badan PBB mengatakan para pejuang perlawanan mendapatkan uang sekitar 100 juta dollar pada tahun 2007 dari kalangan penanam ganja di Afghanistan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy