BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 02 Juli, 2008 - Published 12:05 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Turki tangkap pensiunan jenderal
 
Sener Uygur
Penangkapan bersamaan dengan sidang untuk melarang Partai AK
Seorang perwira tinggi Angkatan Darat Turki, Jenderal Ilker Basbug, meminta masyarakat untuk tenang setelah 2 jenderal purnawirawan ditangkap polisi.

Penangkapan itu sehubungan dengan penyelidikan polisi --yang sudah berlangsung selama 1 tahun-- atas dugaan rencana kudeta terhadap pemerintah.

Selasa kemarin polisi menangkap 21 orang yang dianggap terlibat dalam kudeta itu dalam serangkaian operasi di Ankara, Istanbul, dan 3 kota lainnya.

"Turki sedang melewati hari-hari yang sulit. Kita semua harus bertindak berdasarkan akal sehat, lebih berhati-hati dan penuh tanggung-jawab," kata Jenderal Ilker Basbug, yang merupakan perwira tertinggi kedua di Angkatan Darat Turki.

Kedua jenderal purnawirawan itu adalah Sener Eruygur --yang disebut berada di belakang dalam unjuk rasa anti pemerintah tahun lalu-- dan Hursit Tolon.

Sener Eruygur juga disebut sebagai ketua dari sebuah organisasi sekuler Turki.

Wartawan BBC di Turki, Sarah Rainsford, melaporkan rangkaian penangkapan tersebut mengejutkan warga Turki, dan salah satu harian menyebutnya sebagai Tsunami Penangkapan.

Ancaman sekularisme
Turki
Partai AK dituduh menjadi titik dari anti sekularisme

Penangkapan ini bersamaan dengan dimulainya pengadilan di Mahkamah Konstitusi dalam gugatan yang diajukan Kejaksaan Turki untuk membubarkan Partai AK karena dianggap membahayakan prinsip sekularisme Turki.

Banyak warga Turki yang mengatakan bahwa penangkapan ini bukan kebetulan jika berlangsung bersamaan dengan pengadilan tersebut.

Namun Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, membantah kalau penangkapan ini bermotif politik.

Dalam gugatan ke Mahkamah Konstitusi, Jaksa Abdurrahman Yalcinkaya berpendapat Partai AK telah menjadi titik dalam kegiatan anti sekularisme di Turki.

Dia juga meminta agar Partai AK ditutup dan perdana menteri serta presiden --yang berasal dari Partai AK serta-- 69 anggota lainnya dilarang berpolitik.

Partai AK, yang dibentuk setelah sebuah partai Islam sebelumnya dilarang, mengecam gugatan itu sebagai serangan terhadap demokrasi.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy