|
4 tewas dalam protes di Mongolia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya 4 orang tewas dalam unjuk rasa di ibukota Mongolia dalam aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan sehubungan dengan
dugaan kecurangan pemilu.
Kantor berita resmi juga melaporkan sedikitnya 130 polisi dan pengunjuk rasa terluka, sementara ratusan orang ditahan di Ulan Bator. Presiden Mongolia sudah menyatakan keadaan darurat dan Hari Rabu sebagian wilayah di ibukota ditutup. Para pendukung kelompok oposisi mempertanyakan hasil awal dalam pemungutan suara Hari Minggu, yang memberikan kemenangan kepada partai berkuasa. Hasil awal menunjukkan Partai Rakyat Revolusioner menguasai 45 dari total 76 kursi di parlemen namun kelompok oposisi Partai Demokrat menduga terjadi kecurangan. Membasmi penjarahan
Beberapa ribu orang berkumpul di jalan-jalan ibukota setelah hasil awal diumumkan Hari Selasa. Kantor pusat Partai Rakyat Revolusioner dibakar dan kantor-kantor pemerintah dijarah. Kantor berita Mongolia, Montsame, melaporkan beberapa lukisan di museum nasional juga dirusak. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet serta meriam air untuk memukul mundur pengunjuk rasa yang melempari batu. Dalam konperensi pers Hari Rabu, Menteri Kehakiman Munkhorgil mengatakan 5 orang tewas namun stasiun TV nasional dan Kementrian Luar Negeri menegaskan jatuh 4 korban jiwa. Hari Selasa, Presiden Nambaryn Enkhbayar mengumumkan keadaan darurat selama 4 hari mulai Selasa Pukul 23.30 waktu setempat. "Polisi akan menggunakan kekuatan untuk memberantas kriminal yang menjarah harta benda pribadi dan pemerintah," kata Munkhorgil. Hari Rabu pagi sejumlah wilayah ditutup dan penghalang jalan dipasang di sejumlah tempat, namun toko tetap buka dan angkutan umum berjalan normal, seperti dilaporkan kantor berita AP.
Anggota parlemen dan pejabat pemerintah akan menggelar pertemuan untuk membahas situasi terbaru ini. Sumber tambang Baik partai berkuasa dan pemantau internasional mengatakan pemilu berlangsung jujur dan adil. Namun pemimpin Partai Demokrat, Tsakhia Elbegdorj, mengatakan kemenangan telah dicuri dari partainya. "Jika sebagian besar orang memilih kami mengapa kami kalah? Kami kalah karena orang-orang yang korup mengubah hasilnya," kata Tsakhia. Pemilihan umum ini merupakan yang kelima sejak Mongolia menempuh reformasi kebijakan ekonomi dan politik Tahun 1990. Sebelumnya pemerintah Mongolia mengikuti model negara tetangganya yang masih merupakan komunis Uni Soviet. Partai Rakyat Revolusioner memerintah Mongolia sepanjang Tahun 1921-1996, sebelum dikalahkan Partai Demokrat. Tahun 2004 kedua partai utama ini membentuk koalisi namun hanya bertahan selama 2 tahun. Kedua partai tersebut berbeda pendapat tentang rencana eksploitasi kandungan sumber tambang yang baru; tembaga, emas, dan batubara. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||