BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 02 Juli, 2008 - Published 10:16 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Buldoser bunuh 4 warga Israel
 
Jerusalem
Seorang polisi menembak mati supir buldoser dari jarak dekat
Seorang warga Palestina menabrakkan buldoser ke arah sebuah bis serta beberapa mobil di Jerusalem dan menewaskan 4 orang.

Polisi Israel mengatakan belasan lain terluka dan 7 diantaranya menderita luka serius dalam insiden di Jalan Jaffa, di pusat kota Jerusalem.

Wartawan BBC, Tim Franks, yang menyaksikan insiden itu mengatakan seorang aparat keamanan menembak mati supir buldoser tersebut.

Kepanikan melanda di sekitar tempat peristiwa dan ratusan orang berlarian menjauh.

"Kami menegaskan bahwa ini merupakan insiden teroris," kata jurubicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.

"Pasukan patroli khusus tiba di tempat kejadian. Salah satu sepeda motor kami mendekati buldoser itu, menembak dan menewaskannya," tambahnya.

Sementara itu seorang jurubicara Gerakan Palestina Hamas mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka tidak berada di belakang insiden itu.

Serangan warga Palestina ke Jerusalem relatif jarang terjadi. Bulan Maret lalu seorang pria bersenjata Palestina menewaskan 8 orang di sebuah seminari.

 Satu-satunya cara untuk menghentikan dia adalah dengan menembakkan peluru ke kepalanya
 
Saksi mata

Tembakan jarak dekat

Buldoser itu melaju mengarah ke sebuah pasar dan menabrak sebuah bis serta beberapa mobil.

Pada satu saat terlihat sekitar 2 atau 3 pria masuk ke tempat kemudi buldoser dan buldoser itu sempat terguncang hebat, namun tidak berhenti.

Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC dia melihat buldoser itu menabraki mobil dan bis. "Dia ingin membunuh sebanyak mungkin orang," kata saksi mata itu," tuturnya.

Saksi mata lain mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia melihat seorang pria yang tidak mengenakan seragam naik ke buldoser dan menembak supirnya.

"Satu-satunya cara untuk menghentikan dia adalah dengan menembakkan peluru ke kepalanya," kata saksi mata itu.

Harian Israel, Haaretz, mengatakan supir buldoser itu mempunya kartu pengenal Israel dan memiliki beberapa catatan kriminal.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy