|
Tambang Cina kembali ambruk
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya 18 pekerja tambang tewas dalam kecelakaan di sebuah tambang batu bara di Cina Tengah.
Media resmi pemerintah melaporkan kecelakaan itu terjadi ketika 28 pekerja tambang sedang berada di bawah tanah Selasa kemarin di Propinsi Shaanxi. Petugas penyelamat berhasil membantu 12 pekerja namun 2 diantaranya meninggal di rumah sakit, seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua. Laporan-laporan menyebutkan atap terowongan tempat para penggali tambang bekerja runtuh. Hari ini, tim penyelamat telah menemukan jenasah dari 16 pekerja tambang lainnya. Upaya penyelamatan terhambat oleh asap tebal dan debu di dalam terowongan, dan penyebab kecelakaan sedang diselidiki. Pertengahan Juni lalu terjadi ledakan di sebuah tambang lainnya, juga di Propinsi Shaanxi yang menewaskan 27 pekerjanya. Ketika ledakan terjadi terdapat 58 orang yang sedang bekerja dan sebagian diantaranya berhasil menyelamatkan diri. Keamanan tambang di Cina merupakan yang terburuk di dunia dengan rata-rata setiap harinya 10 pekerja tambang tewas sepanhang Tahun 2007. Belakangan ini pemerintah mulai menerapkan peraturan dan pengawasan ketat atas operasi tambang di Cina. Namun meningkatnya kebutuhan akan energi dan juga korupsi yang masih terjadi di tingkat pejabat lokal membuat sejumlah operator tambang tidak terlalu ketat dalam menegakkan keselamatan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||