12 Juni, 2008 - Published 11:41 GMT
Sekretaris Jenderal partai oposisi utama di Zimbabwe akan didakwa dengan pengkhianatan terhadap negara dan diancam hukuman mati, kata polisi.
Tendai Biti dari Gerakan bagi Perubahan Demokratik (MDC) ditahan di Harare setelah kembali dari Afrika Selatan.
Pemimpin MDC Morgan Tsvangirai, yang akan berhadapan dengan Presiden Robert Mugabe pada babak kedua pemilihan presiden tanggal 27 Juni, juga sempat ditahan.
BBC memperoleh dokumen yang mengisyaratkan militer Zimbabwe secara aktif terlibat menjalankan kampanye pemilihan Presiden Robert Mugabe.
Dokumen itu menjabarkan rencana partai Zanu-PF yang berkuasa untuk mengancam dan mengusir para pendukung oposisi, khususnya dari daerah pedesaan.
Pemilihan presiden lanjutan dijadwalkan akan dilangsungkan akhir bulan ini.
Lebih dari 60 orang tewas, ribuan dipukuli dan banyak lainnya diusir dari rumah-rumah mereka dalam aksi kekerasan terkait.
Pernyataan para saksi mata dan korban dari berbagai daerah di Zimbabwe, serta dokumen internal partai, memperlihatkan bahwa aksi kekerasan dan intimidasi digunakan untuk menjamin Robert Mugabe terpilih kembali sebagai presiden, mengalahkan pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai pada pemilihan tanggal 27 Juni.
Dokumen itu mengisyaratkan bahwa Komando Operasi Gabungan (JOC) kini bertanggungjawab atas urusan logistik dan operasional.
JOC terdiri dari para pimpinan militer dan organisasi keamanan negara.
Dokumen lainnya yang didapat BBC menjabarkan taktik partai, termasuk menggunakan pasok makanan yang menipis sebagai senjata politik.
"Komoditas mendasar hanya boleh dijual dari toko rakyat atau toko yang pro-Zanu-PF," kata laporan itu. "Penekanan harus ada pada daerah pendukung partai."
Laporan juga menyebut rencana untuk memberi para veteran perang yang ditakuti, yang bertanggungjawab atas banyak kekerasan di Zimbabwe, "perang penting dalam kampanye Zanu-PF".
Dokumen itu juga memuat rencana pemakaian operasi rahasia terhadap MDC termasuk mengintimidasi para pendukungnya dan mengusir mereka dari daerah-daerah pendukung Zanu-PF serta menetapkan daerah-daerah pemilihan bagi MDC sebagai "daerah tertutup".
BBC dilarang melaporkan dari Zimbabwe, yang mempersulit upaya untuk memeriksa keaslian dokumen itu namun penyelidikan BBC menemukan bahwa semua taktik yang disebutkan di dalam dokumen tersebut digunakan oleh Zanu-PF dan para pendukung mereka.
Wakil Menteri Informasi Zimbabwe, Bright Matonga, membantah partai yang berkuasa bertanggungjawab atas kekerasan yang terjadi dan dia menolak untuk mengomentari apa yang dia gambarkan sebagai "dokumen ilegal" itu.
Namun, seorang petugas polisi Zimbabwe yang tidak mau disebutkan namanya, mengukuhkan kepada BBC bahwa polisi diperintahkan untuk mendukung Zanu-PF dan menutup mata terhadap kekerasan yang ditujukan pada pendukung MDC.