|
Ieng Sary datang ke pengadilan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mantan Menteri Luar Negeri Khmer Merah, Ieng Sary, datang ke pengadilan genosida Kamboja untuk mengajukan banding atas penahanannya.
Pria berusia 82 tahun itu didakwa dengan kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan pada masa pemerintahan 4 tahun Khmer Merah akhir 1970-an. Ini merupakan penampilan pertama Ieng Sary di pengadilan, namun sidang ditunda karena alasan kesegatan. Setelah perdebatan panjang di pengadilan tentang kesehatannya, dokter mengtakan Ieng Sary tidak cukup sehat untuk menyelesaikan sidang, yang akan dilanjutkan kembali Selasa 1 Juli 2008. Ieng Sary merupakan 1 dari 5 mantan pemimpin Khmer Merah yang ditahan oleh pengadilan yang didukung oleh PBB. Sekitar 1,7 juta orang diperkirakan tewas akibat kebrutalan rejim yang beraliran Maois itu. Ratusan ribu lainnya menderita kelaparan dalam program Khmer Merah untuk menciptakan masyarakat tani. Adapun pengadilan sehubungan dengan dakwaan atas Ieng Sary baru akan digelar akhir tahun ini. Royal pardon
Sekitar 300 orang menghadiri pengadilan atas salah seorang pemimpin Khmer Merah yang masih hidup ini di ibukota Phnom Penh. Wartawan BBC di Phnom Penh melaporkan hingga saat ini Ieng Sary dianggap masih berpengaruh dan merupakan tokoh yang dihormati masyarakat Kamboja. Dia menerima pengampunan dari kerajaan 12 tahun lalu setelah mencapai kesekapatan dengan pemerintah yang memungkinkan penyerahan Khmer Merah. Penasehat hukumnya mengatakan pengampunan itu membuat dia seharusnya tidak menghadapi dakwaan saat ini dan pengadilan juga berarti dakwaan ganda. Pasukan Kamboja yang didukung Vietnam berhasil mengalahkan Khmer Merah pada Tahun 1979 dan mengadili Ieng Sary secara in absentia dengan vonis bersalah dalam genosida. Namun pengampunan dari pihak kerajaan membuat dia menjadi tidak bersalah. Bagaimanapun warga Kamboja yang selamat dari kem tahanan Khmer Merah mempunyai pendapat emosional atas mantan Menteri Luar Negeri ini. Banyak warga Kamboja yang mendapat pendidikan di luar negeri pulang kampung karena seruan dari Ieng Sary untuk membangun Kamboja. Kenyataanya mereka malah ditangkap setibanya di Kamboja dan dilempar ke kem tahanan. Istri Ieng Sary, mantan Menteri Kesejahteraan Sosial Ieng Thirith, juga didakwa dalam pengadilan genosida Kamboja. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||