BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 25 Juni, 2008 - Published 10:57 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Tibet dibuka untuk Turis
 
Lhasa
Penjagaan keamanan masih ketat di Lhasa seperti dilaporkan media massa baru-baru ini.
Lebih dari tiga bulan setelah gelombang protes anti Cina yang diwarnai kekerasan, Tibet dibuka lagi untuk wisatawan.

Kantor berita Xinhua mengutip pejabat setempat yang mengatakan, kawasan itu "aman" dan pengunjung asing disambut dengan baik.

Cina menutup Tibet untuk turis asing setelah kerusuhan meletus pertengahan Maret.

Keputusan untuk mengijinkan para turis datang terjadi beberapa hari setelah kirab obor Olimpiade melewati kawasan itu dengan mulus.

"Sukses kirab obor Olimpiade yang berlangsung tiga hari lalu di Lhasa menunjukkan bahwa dasar-dasar stabilitas sosial telah tertata lagi," ujar wakil direktur Biro Turisme Daerah Otonomi Tibet, Tanur seperti dikutip Xinhua.

"Tibet sekarang aman. Kami menyambut hangat wisatawan dalam dan luar negeri," lanjutnya.

Secara terpisah, seorang pegawati di Biro Turisme Tibet Cina di Lhasa mengatakan kepada BBC bahwa turis asing diijinkan masuk lagi.

Kelompok-kelompok turis domestik telah diijinkan berkunjung sejak akhir April, tulis Xinhua.

Penundaan perundingan

Akses ke kawasan itu untuk wartawan asing masih sangat terbatas.

Biku
Para bhiku memimpin aksi protes di Lhasa pada bulan Maret.

Dalam jumpa pers hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Liu Jianchao mengatakan, dia berharap "kunjungan wartawan ke Tibet bisa diatur secepat mungkin ketika situasi di Tibet lebih normal lagi."

Kerusuhan dimulai di Tibet tanggal 10 Maret pada ulang tahun perlawanan Tibet terhadap kekuasaan Cina.

Para biku Budha memimpin pawai anti Beijing di Lhasa yang meluas menjadi kerusuhan warga Tibet baik di Tibet maupun di propinsi sekitarnya.

Cina mengatakan para perusuh membunuh sedikitnya 19 orang namun orang Tibet di pengasingan menyatakan, aparat keamanan membunuh puluhan pemrotes.

Kerusuhan itu merupakan insiden terburuk di Tibet selama 20 tahun ini.

Pekan lalu, seorang pejabat Cina mengatakan 116 orang masih berada dalam tahanan karena aksi protes itu namun kelompok-kelompok pegiat HAM mengatakan mereka khawatir jumlah itu jauh lebih tinggi.

Awal bulan Mei, dalam apa yang dipandang sebagai konsesi terhadap tekanan internasional, para pejabat Cina mengadakan perundingan dengan dua utusan Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet di pengasingan.

Beijing menuduh Dalai Lama merekayasa kekerasan itu, namun tuduhan itu dibantah peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu.

Perundingan babak kedua antara kedua pihak ditunda menyusul gempa dahsyat di Propinsi Sichuan.

Pegiat Tibet menuduh Beijign memanfaatkan "taktik penundaan" untuk menghindari masalah itu.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy