|
FPI serang Aliansi Kebangsaan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Belasan orang terluka setelah massa beratribut Front Pembela Indonesia (FPI) mendatangi dan menyerang peserta unjukrasa oleh
Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Silang Moumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu Siang.
Laporan-laporan menyebutkan, sekitar 200 orang beratribut FPI itu mendatangi Silang Monas tempat aksi damai oleh sekitar 1.000 Aliansi Kebangsaan, yang melibatkan sejumlah wanita dan anak-anak, bertepatan dengan Hari Pancasila Lahir Pancasila. Wartawan BBC Dewi Safitri melaporkan, peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, berakhir ricuh sebelum benar-benar sempat dimulai.
Mulanya, sekitar seribuan orang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan dan Keberagaman AKK berkumpul di lapangan Monas, untuk sebuah aksi damai ke Bundaran HI. Tanpa diduga, datang puluhan orang berpakaian putih dengan simbol kelompok FPI mendatangi massa ini, mengayunkan pukulan dan tendangan. Anggota massa tersebut meneriakkan yel-yel mengecam Jemaah Ahmadiyah. Mereka menuding AKKBB melindungi pengikut kelompok tersebut. Merasa terancam, massa AKKBB berlari untuk menyelamatkan diri, termasuk ke kompleks Galeri Nasional. Namun, beberapa orang menjadi korban pemukulan massa yang menyerbu. Memukuli ambulans Kelompok FPI mterus mengejar bahkan memukuli mobil ambulans yang kemudian datang untuk mengangkut korban luka ke rumah sakit. Baru belakangan diketahui, ternyata mereka menyerbu karena menduga ada perwakilan jamaah Ahmadiyah ikut dalam rombongan AKK. Komandan kelompok ini, Munarman, mengatakan, aksi kelompoknya merupakan aksi balasan atas iklan AKK dalam sejumlah media di Jakarta pekan lalu. Dalam barisan 71 lembaga unsur massa AKK, memang terdapat perwakilan jamaah Ahmadiyah. Namun menurut Koordinator acara AKK Anick HT, tidak ada alasan menyerang aksi damai ini. Anick juga menyesalkan sikap polisi yang dinilainya membiarkan saja aksi kekerasan berjalan. Aparat polisi datang beberapa saat kemudian dan berhasil membubarkan massa. Sejauh ini tidak ada yang ditahan berkaitan dengan peristiwa tersebut. Anick dan sejumlah korban pemukulan, akhirnya melaporkan aksi ini ke Markas kepolisian Daerah Jakarta.
Mereka mengkhawatirkan penyerangan masih akan berlangsung setelah bentrokan hari ini. Aksi kekerasan yang melibat massa beratribut FPI ini menyebabkan sebagian kalangan mempertanyakan mengapa polisi tidak bertindak tegas. Saat berbicara kepada BBC Kepala Divisi Humas Mabes Polri kepada BBC, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira mengatakan, polisi berjanji untuk bertindak tegas dan menertibkan berbagai aksi FPI, maupun organisasi lain, yang cenderung main hakim sendiri. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||