http://www.bbc.com/indonesian/

19 Mei, 2008 - Published 09:59 GMT

Mahathir mundur dari UMNO

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan dirinya mengundurkan diri dari partai UMNO yang berkuasa, sebagai protes terhadap kepemimpinan perdana menteri saat ini, Abdullah Ahmad Badawi.

Mahathir menyatakan pengunduran diri tersebut dalam suatu pertemuan di Alor Star yang dihadiri sekitar 1.000 orang yang kebanyakan anggota UMNO setempat.

Bekas Presiden UMNO itu juga mengatakan, dia mundur dari partai tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap kepimpinan partai sekarang yang "gagal membela nasib orang Melayu di negara ini".

Mokhzani, putra Mahathir mengatakan, ayahnya ingin anggota-anggota lain partai juga mundur, untuk memberi tekanan yang lebih besar kepada Badawi, agar meletakkan jabatan sebagai perdana menteri.

Saat mengomentari pengumuman Mahathir, PM Ahmad Badawi mengatakan, dia tidak akan tunduk kepada desakan Mahathir, seperti diberitakan kantor berita Malaysia, Bernama.

Sementara itu, bendahara UMNO, Abdul Azim Zabidi, mengatakan kepada BBC bahwa langkah Mahathir ini hanya akan memperkeruh suasana.

Zabidi berpendapat seharusnya para anggota UMNO memperkokoh posisi partai."Yang penting sekarang untuk ahli (anggota) UMNO adalah kita mencari penyelesaian masalah yang sedang dihadapi," kata Abdul Azim.

Pengecam lantang

Mahathir memimpin Malaysia dan UMNO (United Malays National Organisation) selama sekitar 22 tahun.

Dia mundur dari kursi PM dan menyerahkan jabatannya kepada penerus pilihannya, Abdullah Badawi.

Namun, Mahathir kemudian menjadi pengecam lantang pemerintahan Badawi dan sejak pemilihan umum baru-baru ini yang menghasilkan dukungan terendah bagi
UMNO, dia gencar berkampanye untuk menuntut Abdullah Badawi mundur.

Dalam pemilu tahun 2004 atau beberapa bulan setelah Mahathir Mohamad menyerahkan kekuasaan ke Perdana Menteri Abdullah Badawi, Barisan Nasional meraih 199 suara dari 219 kursi atau hampir 91 persen.

Dalam pilihan raya awal 2008, kubu oposisi yang terdiri dari tiga partai, PAS, DAP dan PKR meraih 82 kursi dari 222 kursi parlemen.

Oposisi juga kini sekaligus memerintah di lima dari 13 negara bagian Malaysia, yaitu Kelantan, Kedah, Perak, Penang, dan Selangor.