|
Peluang bagi perawat manula
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Jepang akan membuka pintu kepada perawat dan pengasuh warga manula dari Indonesia mungkin mulai bulan Juli.
Kebijakan baru pemerintah Jepang itu diberita koran bisnis Nikkei. Jepang selama ini sangat membatasi arus imigrasi. Namun, kenaikan jumlah warga usia lanjut dan kelangkaan tenaga perawat memaksa pemerintah Jepang mengkaji sikap terhadap pekerja asing. Majelis Tinggi Parlemen Jepang kemarin menyetujui Perjanjian Kemitraan Ekonomi dengan Indonesia, yang memungkinkan 400 perawat dan 600 pengasuh manula berpengalaman asal Indonesia untuk bekerja di Jepang. Menurut koran bisnis Nikkei, pekerja asal Indonesia itu akan mendapat visa khusus, dan akan mendapat gaji setara dengan sejawat mereka dari Jepang. Berdasarkan persetujuan pertama dalam bidang ini, para perawat itu akan dipekerjakan di rumah-rumah sakit setelah belajar bahasa, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||