BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Mei, 2008 - Published 20:24 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Korban Birma naik menjadi 78,000
 
birma
Para korban selamat mengatakan bantuan sama sekali tidak sampai ke tangan warga yang memerlukan
Jumlah remi korban tewas dalam bencana topan Birma naik menjadi 78,000 orang dan hampir 58,000 lainnya masih dinyatakan hilang.

Jumlah hampir dua kali lipat dari yang dikeluarkan hari Kamis, sehingga memperbesar kekhawatiran bahwa jumlah final korban nyawa manusia mungkin sangat besar.

Palang Merah sedang mencari dana lebih 50 juta dollar untuk menolong orang-orang yang selamat dalam badai yang melanda pada tanggal 2-3 Mei lalu.

Badan-badan bantuan asing merasa frustrasi melihat lambatnya pengiriman bantuan ke kawasan yang paling parah dilanda topan, khususnya di Delta Irawaddy.

Seorang wartawan BBC di delta itu minggu ini melihat sedikit sekali pertanda bantuan pemerintah dan para petugas bantuan asing dilarang memasuki kawasan itu.

Hujan lebat mengguyur wilayah itu, yang memperburuk penderitaan para korban selamat Topan Nargis.

Koordinator Kemanusiaan PBB, John Holmes, akan mengunjungi Rangoon, kota terbesar di Birma, hari Minggu guna membujuk pemerintah militer agar memberikan keleluasaan yang lebih luas kepada para petugas bantuan darurat PBB dan memperluas upaya bantuan pemerintah sendiri.

Sebelumnya, pejabat tinggi bantuan Uni Eropa, Louis Michel, tidak mendapatkan izin untuk mengunjungi kawasan delta. Ia mengatakan, kepadanya tidak diberikan penjelasan mengapa visa tidak diberikan kepada para pakar darurat bencana.

Namun demikian, Birma --yang menanakan dirinya Myanmar-- berjanji akan membawa para diplomat asing meninjau kawasan itu akhir pekan ini.

Sebelumnya, Birma mengatakan jumlah korban tewas 43,000 dan 28,000 hilang sedangkan Palang Merah dan PBB memperkirakan jumlah yang meninggal lebih 100,000.

Birma mengatakan peningkatan tiba-tiba jumlah korban tewas itu disebabkan kesulitan yang mereka hadapi dalam mengukuhkan tentang apa yang terjadi terhadap warga di kawasan-kawasan yang paling parah diterjang topan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy