|
Ledakan pipa 'tewaskan 100'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sedikitnya 100 orang meninggal dunia dalam ledakan jaringan pipa minyak di kota pusat bisnis Nigeria, Lagos, demikian dilaporkan
Palang Merah.
Ledakan itu merusak daerah pinggiran Ijegun, membakar gedung-gedung sekolah dan rumah-rumah setelah sebuah buldozer menabrak pipa itu, menurut laporan kantor berita Reuters. Para pejabat Palang Merah mengatakan, banyak orang yang luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit dan mereka masih berupaya menyelamatkan orang-orang lainnya. Para petugas penyelamat mengatakan, diantara korban tewas adalah bayi berusia dua tahun. "Kebakaran masih terjadi, banyak orang tewas. Rumah-rumah terbakar. Orang-orang lari menyelamatkan diri," kata seorang relawan Palang Merah seperti dikutip kantor berita AP. Sedikitnya 36 orang dibawa ke rumah sakit militer tidak jauh dari sana, kata juru bicara Badan Pengelola Keadaan Darurat Nasional (NEMA) Nigeria Abdulsalam Mohammed. Nigeria adalah salah satu negara produsen minyak terbesar dunia dan jaringan pipa minyak melewati banyak daerah pemukiman, di kota-kota seperti Lagos dan berbagai daerah penghasil minyak. Sejumlah jaringan pipa juga pernah meledak, seringkali karena masyarakat setempat memotong lubang untuk mencuri minyak. Perusahaan Minyak Nasional Nigeria, NNPC, mengatakan sedikitnya terjadi 400 tindakan perusakan terhadap jaringan pipa mereka setiap tahunnya, seperti dilaporkan kantor berita AP. Paling tidak 40 orang tewas dalam sebuah ledakan pipa bulan Desember lalu di Lagos. Tahun 2006, sekitar 400 orang tewas dalam dua ledakan di Lagos. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||