BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 15 Mei, 2008 - Published 11:39 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Skema BLT mendapat kritikan
 
Rupiah
Warga miskin akan mendapat Rp100.000 per bulan selama tujuh bulan
Rentang waktu skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 19,1 juta keluarga miskin, dikritik karena dianggap tidak sebanding dengan kenaikan harga barang.

Pengamat ekonomi dari CIDES meminta pemerintah memperpanjang masa pemberian bantuan itu, karena kenaikan harga barang akan terjadi setidaknya sampai tahun depan.

Aksi penolakan sejumlah warga terhadap BLT terjadi di depan istana Merdeka, Jakarta pada hari Kamis, setelah pemerintah mengumumkan skema untuk 19,1 juta keluarga miskin itu.

Dalam skema BLT yang disiapkan pemerintah, warga miskin akan mendapat uang tunai Rp100.000 per bulan selama tujuh bulan.

Mereka juga akan mendapat berbagai bantuan seperti beras, pengobatan gratis dan bantuan operasional sekolah. Namun Azas Tigor Nainggolan dari Forum Warga Kota Jakarta, tetap menolak BLT.

Pemerintah mengatakan BLT senilai Rp14, 1 triliun siap dikucurkan minggu depan, yang disiapkan pemerintah sebagai antisipasi kenaikan harga BBM.

Pengamat ekonomi CIDES, Umar Juoro, mengatakan rentang bantuan langsung tunai selama tujuh bulan tidak sebanding dengan kenaikan harga barang yang akan terjadi.

Pemerintah sendiri berjanji untuk memperbaiki layanan pemberian BLT, dengan melibatkan pemerintah daerah agar kejadian tidak tepat sasaran pada program BLT tahun 2005 tidak terulang.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy