BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 14 Mei, 2008 - Published 10:21 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bom guncang Jaipur, India
 
Keluarga salah seorang korban ledakan di Jaipur
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab
Larangan keluar rumah diberlakukan di bagian kota tua Jaipur di India barat setelah serangkaian ledakan bom yang menyebabkan 63 orang tewas dan sekitar 200 orang luka-luka.

Beberapa bom meledak di didekat sejumlah monumen bersejarah di bagian kota tua yang padat pengunjung pada Selasa malam.

Kepala polisi negara bagian mengatakan ledakan adalah serangan teroris. Polisi telah menahan beberapa orang untuk diinterogasi.

Jaipur, di negara bagian Rajasthan, adalah tujuan wisata yang populer dan terletak sekitar 260 km dari ibukota India, Delhi.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan beberapa bom itu di Jaipur. Belum jelas apa motif dibalik serangan di kota itu.

Sebagian besar warga di Jaipur beragama Hindu tetapi kota itu memiliki penduduk minoritas Muslim yang cukup besar. Para wartawan mengatakan daerah itu tidak memiliki sejarah kekerasan antara agama.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi sejumlah serangan bom sporadis di India. Polisi belum berhasil mengajukan tersangka pelaku ke pengadilan.

Pasar padat pengunjung

Larangan keluar rumah dimulai pada pukul 09.00 pagi waktu setempat (10.00 WIB) pada hari Rabu dan diperkirakan akan berlaku sampai malam.

LEDAKAN BOM DI INDIA
Agustus 2007: Bom di aula terbuka dan rumah makan di Hyderabad menewaskan 40 lebih
Mei 2007: Bom di masjid Hyderabad menewaskan 14
Februari 2007: Ledakan ganda di kereta jurusan Delhi-Pakistan menewaskan setidaknya 66
Juli 2006: Lebih dari 160 tewas akibat 7 bom di jaringan kereta Mumbai
Maret 2006: Bom di kuil Hindu dan stasiun kereta di Varanasi, 15 tewas
Oktober 2005: 3 ledakan di Delhi tewaskan 62

Wartawan BBC Sanjoy Majumder di Jaipur mengatakan bagian kota tua kosong dan sama sekali tidak ada kegiatan warga, selain para wartawan dan petugas polisi yang berkeliaran.

Sebelumnya, di pagi hari setelah ledakan terjadi, beberapa orang sempat berada di jalan tetapi polisi meminta warga untuk meninggalkan daerah ledakan dan pulang ke rumah masing-masing.

Daerah kota tua yang biasanya penuh kesibukan sudah ditutup oleh polisi untuk penyelidikan. Toko-toko akan tetap tutup pada hari Rabu.

Petugas polisi tambahan sudah dikerahkan di kota itu untuk menjaga ketertiban.

Penjagaan keamanan ditingkatkan di semua bandar udara dan stasiun kereta di seluruh negara, kata para pejabat.

Delapan bom meledak di jantung kota Jaipur, ibukota negara bagian Rajasthan, dengan bom pertama meledak pada pukul 19.15 waktu setempat (20.15 WIB) pada hari Selasa.

Bom meledak setiap beberapa menit dan para saksi mata menceritakan keadaan panik.

Gambar-gambar di televisi memperlihatkan reruntuhan bangunan dan ceceran darah di jalan-jalan.

Mohammad Fareed baru turun dari sebuah becak ketika dia terkena puing-puing melayang di Badi Chaupad di dekat sebuah kios pedagang gelang.

"Saya merasa seperti disambar halilintar," katanya kepada BBC. "Saya kemudian terbaring di pinggir jalan."

"Orang-orang berlarian, sambil berteriak 'ledakan, ledakan'. Beberapa orang membantu saya dan kemudian polisi datang dan membawa saya ke rumah sakit."

Para petugas medis mengimbau sumbangan darah bagi para korban yang luka-luka.

Satu bom meledak di dekat peninggal bersejarah paling terkenal di Jaipur, Hawa Mahal, atau istana angin.

Presiden India Pratibha Patil dan PM Manmohan Singh mengutuk serangan-serangan tersebut dan perdana menteri meminta warga untuk tenang.

Jaipur adalah tempat wisata yang sangat digemari, yang merupakan bagian dari rute wisatawan yang dikenal dengan "Segitiga Emas", yang termasuk situs-situs bersejarah di Rajasthan dan Taj Mahal di negara bagian Uttar Pradesh.

Kota itu dikenal dengan sebutan Kota Merah Muda, karena warna benteng, istana dan tembok kota.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy