12 April, 2008 - Published 17:41 GMT
Perdana menteri Malaysia yang sedang berjuang menyelamatkan karir politiknya, setuju membicarakan transisi kepada wakilnya setelah pemerintah mengalami hasil pemilu terburuk dalam sejarahnya.
Abdullah Badawi mendapat tekanan berat untuk mundur menyusul dukungan yang kuat kepada oposisi, dalam skala yang belum pernah terjadi.
Dalam minggu-minggu setelah pemilu, perdana menteri menolak imbauan agar dia mengundurkan diri tetapi mengakui bahwa dia ikut bertanggung jawab atas hasil buruk itu.
Sekarang ini pertanda yang ada menunjukkan dia tidak lagi berniat untuk terus berjuang.
Dalam satu pertemuan dengan para anggota partai UMNO hari Jumat, ia mengatakan bahwa dia akan membicarakan kemungkinan peralihan dengan wakilnya, Najib Razak.
Lengser 2009
Jurubicara wakil perdana menteri mengatakan kepada BBC, dia tidak bisa berkomentar tentang jadual waktu, tetapi perhatian sekarang tertuju pada pemilihan pimpinan partai pada bulan Desember.
Penyerahan kekuasaan bisa saja terjadi waktu itu atau pada tahun 2009.
Pilihan raya bulan lalu menghasilkan tingkat dukungan untuk oposisi yang belum pernah terjadi selama ini, baik di tingkat parlemen federal maupun di majelis negara bagian.
Dengan menyetujui pembahasan transisi itu, perdana menteri berharap bisa menenangkan kalangan investor dan juga politisi.