|
Nasib perempuan Saudi
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Organisasi hak asasi anusia, Human Rights Watch, melaporkan perempuan di Arab Saudi diperlakukan seperti anak-anak agar saudara
prianya yang mengambik keputusan.
Dalam laporan terbarunya, HRW menuduh pemerintah Saudi mengorbankan hak dasar manusia agar kaum laki-laki tetap bisa menguasai perempuan. Organisasi itu juga mengkritik pemisahan secara ketat laki-laki dan perempuan di kalangan masyarakat Arab. Sebelumnya, penyelidik PBB mengenai kekerasan terhadap perempuan --yang belum lama ini berkeliling Arab Saudi-- menyebut perempuan menghadapi jalan buntu untuk keluar dari lingkungan yang penuh kekerasan. Masalah itu juga yang menjadi perhatian HRW dalam laporannya setebal 50 halaman yang didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 100 perempuan Saudi. Disebutkan bahwa perempuan di Arab Saudi diperlakukan seperti anak-anak karena apapun yang mereka lakukan harus terlebih dahulu mendapat ijin dari sanak keluarga laki-laki. Apakah itu untuk bekerja, bepergian, pendidikan, kawin atau bahkan yang sederhana sekalipun, seperti untuk mendapat perawatan kesehatan. Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang melarang kaum perempuan utnuk mengemudi. Dan Bulan Februari lalu, 2 ulama terkemuka Arab Saudi mengatakan tidak ada unsur keIslaman dalam melarang perempuan untuk menyetir. Ribuan perempuan Saudi belum lama lalu mengajukan petisi kepada Raja Abdullah agar mencabut larangan mengemudi kepada kaum perempuan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||