BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 20 April, 2008 - Published 13:31 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Menangani kebutuhan listrik
 

 
 
Salah satu sudut Jakarta
Pasok listrik di Indonesia mendapatkan subsidi pemerintah
Indonesia menghadapi masalah besar - berapa lama lagi Perusahaan Listrik Negara dapat memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat?

Bulan Februari lalu, Jawa dan Bali, mengalami giliran pemadaman listrik.

Penyebab langsungnya, menurut para pejabat, adalah cuaca buruk, yang menyebabkan pengapalan batu bara terhambat di pelabuhan-pelabuhan. Namun giliran pemadaman listrik itu mengangkat kemampuan negara untuk menyediakan pasokan cukup, bahkan untuk ibukota Jakarta.

Perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 6,3 setiap tahun. Kebutuhan listrik meningkat jauh lebih cepat. Untuk menghadapi hal ini, menurut para pengamat, PLN memerlukan 1500-2000 MW setiap tahun, dan saat ini, PLN sulit memenuhinya.

Fabby Tumiwa, dari Institute for Essential Services Reform, mengatakan keadaan saat ini stabil sepanjang PLN dapat mempertahankan operasionalnya.

"Tetapi bila kita melihat ke depan, tampaknya akan terjadi krisis lagi," katanya.

"Bahkan tahun ini atau tahun depan, bila PLN gagal mengoptimalkan perawatan dan operasi, kemungkinan besar akan terjadi kekurangan listrik di Jawa dan Bali."

Jaminan pemerintah?

Menurut para pakar, perawatan jaringan PLN tidak bagus.

Banyak pembangkit listrik yang beroperasi dengan kapasitas 75% - sementara hampir setengah Indonesia masih belum terjangkau listrik. Di luar itu, sulit untuk memenuhi kebutuhan tambahan.

Juru bicara PLN, Ario Subijoko, mengatakan perusahaan itu menghadapi kesulitan keuangan.

Mentri energi Purnomo Yusgiantoro mengatakan keadaan sekarang tidak parah, walaupun tidak menyanggah besarnya permintaan energi.

"Saat ini terdapat 30% cadangan di Jawa Bali," katanya. "Kami menyewa generator selama krisis, dan kami memiliki rencana jangka panjang untuk membangun pembangkit dengan kapasitas 5000 MW setiap tahun untuk memenuhi permintaan."

Ia mengatakan Indonesia berada dalam proses membangun pembangkit tenaga listrik yang akan memproduksi kapasitas tambahan 10.000 MW.

jaringan listrik
Ekonomi berkembang namun kebutuhan enerji jauh lebih cepat

Perusahaan-perusahaan swasta akan membangun kapasitas tambahan 10.000, dua kali lipat kapasitas saat ini. Pembangkit listrik ini akan selesai tahun 2009.

Namun rencana ini terhambat sejak krisis finansial melanda tahun 1997, dan telah dirundingkan ulang beberapa kali. Saat ini rencana itu tertunda lagi dari jadwal semula.

Penyebab penundaan itu adalah para investor meminta jaminan pemerintah untuk berjaga-jaga bila investasi mereka tidak berjalan.

Dan itulah inti permasalahannya.

Sektor energi di Indonesia tidak begitu menarik bagi para investor.

Sektor energi dianggap tidak efisien dan tidak menguntungkan. Harga untuk para pelanggan disubsidi pemerintah, dan subsidi terdiri dari setengah pendapatan PLN.

Resiko politik

James Booker adalah pembeli batubara dari perusahaan independen Paiton Energy. Ia mengatakan sektor listrik Indonesia jauh lebih menantang dibandingkan negara lain di Asia.

Dan sulitnya keuangan tidak membantu dalam menjamin pasok bahan bakar.

Dalam pasaran energi dewasa ini, dengan harga satu ton batubara lebih dari $75 di pasar global, PLN hanya membayar sekitar $35-40.

Dan itulah masalahnya, saat harga minyak meningkat, tingginya biaya tambang dan transportasi menyulitkan produsen.

Penyelesaiannya, menurut James Booker dan pengamat lain, adalah mengatasi subsidi pemerintah dan membuat konsumen membayar energi sesuai biaya pasar.

Langkah ini akan membantu sekitar $650 juta dari kantung pemerintah yang dapat digunakan untuk investasi dalam energi nasional, sehingga dapat lebih efisien, membuka investasi yang lebih bagus, dan dapat membayar produsen batubara dan gas dengan harga bersaing.

Jalan di Jakarta
Hampir 50% Indonesia belum terjangkau listrik

Namun mengurangi subsidi memiliki resiko politik. Jajag pendapat di Jakarta menunjukkan sekitar 90% rakyat tidak akan memilih partai yang meningkatkan harga listrik, dan pemilu akan diselenggarakan tahun depan.

Langkah yang sama tahun 2006, dengan meningkatkan harga minyak lebih dari 100% menyebabkan unjuk rasa.

Jadi untuk saat ini, perekonomian Indonesia yang terus berkembang semakin menekan sistem tenaga listrik. Tetapi, dampak apa yang dapat disebabkan kesulitan listrik ini terhadap perekonomian?

Sebagian besar perusahaan besar memiliki pasokan listrik sendiri untuk berjaga-jaga. Namun bilapun bisnis tidak berhenti, tidak dapat ditebaknya persediaan lsitrik dan biaya tinggi, tidak akan mendorong investasi.

James Castle telah bekerja sebagai konsultan bisnis di Indonesia selama 30 tahun ini. Ia mengatakan tidak jelasnya persediaan listrik sangat mengganggu perekonomian, dan merupakan hambatan besar dalam pertumbuhan ekonomi.

"Kesulitan itu tidak hanya menghambat investasi," katanya. "Masalah ini juga meningkatkan biaya operasi, mengganggu efisiensi dan menyebabkan anggaran yang lebih besar serta energi yang tidak begitu ramah lingkungan seperti diesel."

Ia memperkirakan sektor energi yang efisien mungkin akan dapat menambah pertumbuhan domestik bruto, GDP sebesar 0,5 sampai 1%.

Juru bicara PLN Ario Subijoko tidak menyanggah bahwa kesulitan listrik menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Saya rasa itulah konsekuensi logisnya, energi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," katanya.

"Kami akan mencoba mempercepat penyelesaian, namun bila keadaannya sulit, tidak banyak yang dapat kami lakukan. Bila kami merupakan negara maju, mungkin tidak masalah, tetapi Indonesia?"

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy