BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 13 April, 2008 - Published 20:00 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Kabinet koalisi Kenya diumumkan
 
Mwai Kibaki
Presiden Kibaki berpidato dan serukan persatuan bangsa
Presiden Kenya mengumumkan kabinet baru hasil kesepakatan pembagian kekuasaan sekaligus mengakhiri krisis politik yang telah berlangsung lama.

Presiden Mwai Kibaki menunjuk pemimpin oposisi Raila Odinga sebagai perdana menteri baru, setelah keduanya mencapai kata sepakat dalam perundingan rahasia pada hari Sabtu.

Krisis politik muncul di Kenya setelah digelar pemilihan umum bulan Desember.

Terjadi sengketa hasil pemilu yang kemudian disusul dengan kerusuhan yang menewaskan 1.500 orang.

Kesepakatan ini juga mengatasi perdebatan penjatahan kursi menteri.

Tekanan internasional

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui televisi, Presiden Kibaki yang berdiri di samping Odinga mengatakan, "Tantangan saya kepada kabinet yang baru dan juga kepada para pejabat di semua tingkatan adalah marilah kita sisihkan masalah politik dan mari kita bekerjasama."

Ia menambahkan, "Mari kita bangun Kenya yang baru, dengan keadilan sebagai pelindung dan pembela kita, Kenya yang diwarnai perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran yang akan menyebar ke segenap pelosok negara."

Kerusuhan di Kisumu, Kenya
Sengketa hasil pemilu menyebabkan kerusuhan di mana-mana

Dua tokoh ditunjuk menjadi wakil perdana menteri.

Mereka adalah Uhuru Kenyatta dari Partai Persatuan Nasional (PNU) pimpinan Kibaki dan Musalia Mudavadi dari kubu oposisi Gerakan Demokrasi Oranye pimpinan Odinga.

Kenyatta adalah anak presiden pertama Kenya, Jomo Kenyatta.

Menteri Keuangan Amos Kimunya tetap menduduki posnya sementara William Ruto dari oposisi menjadi menteri pertanian.

Ada 40 kursi di kabinet dan penjatahannya dibagi rata antara oposisi dan aliansi PNU.

Beberapa kalangan menilai jumlah kursi kabinet terlalu banyak.

Wartawan BBC di Nairobi Adam Mynott mengatakan dengan perkecualian beberapa posisi kunci di pemerintah lokal, semua pos penting tetap diisi oleh para pengikut setia Presiden Kibaki.

Meski dengan kesepakatan baru ini struktur pemerintah menjadi jauh lebih gemuk, banyak warga Kenya yang lega dan sekarang bisa berpikir untuk menentukan nasib Kenya ke depan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy