BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 03 April, 2008 - Published 08:51 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Aktivis HAM Cina dipenjarakan
 
Hu Jia, aktivis HAM Cina
Hu Jia dituduh menghasut subversi terhadap kekuasaan negara
Cina memenjarakan aktivis HAM Hu Jia atas dakwaan subversi di tengah kekhawatiran yang muncul soal pemberangusan menjelang Olimpiade.

Hu dihukum penjara 3,5 tahun setelah pria berusia 34 tahun ini dinyatakan bersalah atas dakwaan "melakukan penghasutan subversi terhadap kekuasaan negara dan sistem sosialis", kata pengacara.

Dia lama berkampanye untuk lingkungan, kebebasan beragama dan hak-hak warga dengan HIV dan Aids.

Vonisnya dikeluarkan satu hari setelah sebuah kelompok hak asasi menuduh Cina melancarkan kampanye untuk membungkam pembangkangan Olimpiade.

Amerika "kecewa" atas vonis tersebut, kata jurubicara Kedutaan AS di Beijing, sedangkan Uni Eropa menyerukan Hu segera dibebaskan.

"Kami tegas-tegas mengatakan sebelum pengadilan bahwa dia seyogyanya tidak ditahan sejak awal dan bahwa dia seyogyanya dibebaskan dan itu tetap merupakan sikap kami," kata jurubicara William Fingleton kepada kantor berita AFP.

Artikel internet

Perkara Hu Jia ini menarik perhatian besar internasional, baik dari kelompok HAM dan diplomat Barat.

Sebelum ditahan tahun lalu, dia merupakan pengecam keras catatan Cina soal beberapa isu HAM.

 Menyangkut pandangan para pengkritik bahwa Cina mencoba meningkatkan upayanya untuk menahan pembangkang menjelang Olimpiade, saya rasa tuduhan itu tidak terbukti
 
PM Wen Jiabao
18 March 2008

Para wartawan mengatakan, Hu telah menjadi semacam pusat pemilahan informasi untuk disampaikan kepada wartawan, organisasi dan kedutaan asing.

Bukti yang diajukan dalam kasus Hu di pengadilan termasuk wawancaranya dengan sejumlah media asing dan artikel politik yang dia tulis untuk internet, kata pengacara Li Fangping.

"Selaku pengacara, kami usulkan bahwa Hu Jia mengajukan banding atas vonis ini, tapi itu terserah dia dan kami akan menunggu keputusannya," kata Li.

"Kami belum berkesempatan untuk bertukar fikiran dengan dia sejauh ini," tambah Li.

Kantor berita resmi Cina, Xinhua mengatakan, pengadilan bersikap lunak kepada Hu, sebab dia mengakui kejahatannya.

"Hu menyebarkan desas-desus, fitnah dan menghasut upaya untuk merongrong sistem politik dan sosial negara," kata Xinhua, mengutip putusan pengadilan.

Tuduhan Olimpiade

Vonis Hu dikeluarkan hanya dua pekan setelah seorang aktivis lain, Yang Chunlin, dipenjarakan atas dakwaan serupa.

Pada hari Rabu, kelompok HAM yang berpusat di Inggris Amnesty International menuduh Beijing menggulirkan "gelombang repsesi" menjelang Pekan Olimpiade.

Pihak berwenang mengincar mereka yang mengecam pemerintah dalam upaya untuk menghadirkan citra yang stabil dan selaras saat Olimpiade digelar bulan Agustus, kata lembaga tersebut.

Sebagai tanggapan, Masyarakat Kajian HAM Cina menuduh Amnesty bersikap bias dan menyisihkan perkembangan-perkembangan positif dalam catatan HAM negara itu.

Bulan lalu, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao ditanya soal perkara Hu Jia. Dia mengatakan, kasus itu akan ditangani sesuai hukum.

"Menyangkut pandangan para pengkritik bahwa Cina mencoba meningkatkan upayanya untuk menahan pembangkang menjelang Olimpiade, saya rasa tuduhan itu tidak terbukti," kata Wen.

 
 
Olimpiade 'perburuk' HAM Cina
02 April, 2008 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy