BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 02 April, 2008 - Published 11:02 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Olimpiade 'perburuk' HAM Cina
 
Penyerahan obor Olimpiade kepada Presiden Hu Jintao (kiri)
Cina bertekad untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses
Catatan hak azazi manusia Cina memburuk, bukan membaik, karena Olimpiade Beijing, kata organisasi HAM Amnesty International.

Menurut Amnesty, Cina menekan pihak-pihak yang menentang pemerintah untuk memperlihatkan citra Cina yang stabil dan harmonis menjelang Olimpiade bulan Agustus.

Kelompok itu mendesak Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan para pemimpin dunia agar menentang pelanggaran-pelanggaran tersebut, termasuk cara Cina mengatasi unjuk rasa di Tibet.

Presiden AS George W Bush didesak agar memboikot upacara pembukaan Olimpiade.

"Jelas akan tidak pantas jika presiden menghadiri Olimpiade di Cina, menilai tindakan semakin represif oleh pemerintah negara itu," kata sekelompok 15 politisi Amerika dalam surat yang mereka layangkan kepada Presiden Bush pada hari Selasa.

Bush mengatakan dia berniat untuk menghadiri upacara tersebut tetapi Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia tidak akan hadir. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy belum menegaskan apakah dia akan hadir.

Satu tim IOC saat ini berada di Beijing untuk menilai kesiapan kota itu untuk menggelar Olimpiade.

'Di luar jangkauan'

Dalam sebuah laporan berjudul China: The Olympics Countdown, organisasi yang berkantor di London, Inggris, itu mengatakan Olimpiade telah gagal bertindak sebagai pemicu reformasi di Cina.

 Semakin jelas bahwa banyak dari gelombang represi belakangan ini terjadi karena Olimpiade
 
Amnesty International

"Jika aparat Cina tidak mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini secepatnya, warisan hak azazi manusia yang positif dari Olimpiade Beijing tampaknya semakin jauh dari jangkauan," katan laporan itu.

"Semakin jelas bahwa banyak dari gelombang represi belakangan ini terjadi karena Olimpiade."

Para pegiat dan pembangkang menjadi target sebagai bagian dari operasi pembersihan pasca Olimpade dengan banyak orang terkena tahanan, kata Amnesty.

Wartawan, baik dari dalam mau pun luar Cina, masih dilarang untuk melaporkan dengan bebas.

Organisasi hak azazi itu juga mendesak para pemimpin dunia untuk berbicara tentang keadaan di Tibet.

Mereka menuduh tentara Cina menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa Tibet dan mendesak Cina untuk mengeluarkan informasi tentang orang-orang yang ditahan, dengan mengatakan Amnesty mengkhawatirkan keselamatan mereka.

'Berat sebelah'

Pada hari Selasa, sebelum laporan Amnesty International dikeluarkan, Cina mengeritik Amnesty dan mengatakan segala upaya untuk menekan Beijing terkait dengan penyelenggaraan Olimpiade akan gagal.

"Organisasi itu berpandangan berat sebelah terhadap Cina, jadi bisa dibayangkan apa isi laporan yang akan dikeluarkan mereka," kata juru bicara kementerian luar negeri Cina, Jiang Yu.

Juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Wu Heping juga mengatakan bahwa "pasukan kebebasan" Tibet berniat untuk melancarkan serangan bunuh diri sebagai bagian dari perlawanan lebih luas - langkah yang dia katakan direncanakan oleh Dalai Lama.

Cina mengatakan 18 penduduk sipil dan dua petugas polisi tewas dalam kerusuhan di Tibet dan sejumlah provinsi lainnya yang dihuni warga Tibet yang pertama kali terjadi tanggal 10 Maret.

Kelompok-kelompok Tibet di luar Cina menyebut jumlah korban jiwa mencapai 140 orang, korban yang menurut orang-orang Tibet tewas di tangan aparat keamanan Cina.

Klaim tentang korban kerusuhan itu sulit diverifikasi karena pemerintah Cina melarang sebagian besar wartawan asing datang ke daerah-daerah yang dinyatakan sensitif.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy