06 Maret, 2008 - Published 11:03 GMT
Pembukaan parlemen Kenya secara resmi akan berlangsung di Nairobi.
Dimulainya sidang ini berlangsung seminggu setelah Presiden Mwai Kibaki dan
pemimpin oposisi Raila Odinga setuju berbagi kekuasaan.
Mereka menandatangani kesepakatan untuk membentuk pemerintah koalisi menyusul pertumpahan darah selama beberapa minggu sesudah pertikaian hasil pemilu Desember.
Rincian kesepakatan pembagian kekuasaan akan diumumkan sementara anggota parlemen Kenya mulai memperdebatkan perundangan itu pekan depan.
Wartawan BBC Adam Mynott di Nairobi menyatakan kesepakatan itu membantu meredakan kemarahan namun masih banyak tugas harus dikerjakan mengenai bagaimana praktek pembagian kekuasaan itu.
Klaim milisi
Kibaki mengetuai pertemuan antara anggota parlemen dari pihaknya Partai Persatuan Nasional dan Gerakan Demokratik Oranye pimpinan Odinga hari Kamis.
Presiden kemudian secara resmi akan membuka sidang parlemen.
Diperkirakan dia akan menjelaskan rincian kesepakatan, RUU Kesepakatan dan Rekonsiliasi Nasional yang akan diterbitkan hari ini.
Kesepakatan yang dipimoin PBB ini terjadi setelah 1500 orang tewas dalam kerusuhan selama beberapa pekan menyusul pemilu yang dikatakan Odinga dicurangi Kibaki dan pendukungnya.
Ratusan ribu orang juga mengungsi karena insiden itu.
Sejumlah sumber mengatakan kepada BBC, beberapa insiden kekerasan itu dilakukan kelompok milisi terlarang yang dilindungi pemerintah, klaim yang dibantah keras pemerintah Kenya.
Sumber itu menyebutkan, pertemuan itu dilangsungkan di kediaman resmi Presiden Kibaki antara milisi Mungiki dan pejabat tinggi namun pemerintah menyebutkan klaim itu "tidak masuk akal".
Berdasarkan kesepakatan pembagian kekuasaan, Odinga akan ditunjuk sebagai perdana menteri, jabatan itu tidak dalam konstitusi Kenya sekarang.