04 Maret, 2008 - Published 12:43 GMT
Penyanyi Islandia, Bjork, mengakhiri pertunjukannya di Shanghai pada hari Senin dengan berulangkali menyerukan "Tibet, Tibet."
Seruan itu dia pekikkan pada akhir lagunya yang berjudul Deklarasi Kemerdekaan.
Insiden itu tidak dilaporkan oleh media-media di Cina karena pembicaraan kemerdekaan tentang Tibet dianggap tabu.
Para pegiat Tibet menganggap pemerintah Beijing secara sistematis berupaya meruntuhkan nila-nilai budaya Tibet.
Bagaimanapun pekik "Tibet' dari Bjork menjadi pembicaraan yang ramai di internet dan memancing perdebatan panas.
Pengunjung konser mengatakan seruan Bjork itu membuat mereka jadi tidak enak sendiri dan sebagian besar tampak meninggalkan tempat pertunjukan secara tergesa-gesa.
Bjork sudah menggelar 2 Konser Kebebasan Tibet di Amerika Serikat pada tahun 1990-an.
Lagu Deklarasi Kemerdekaan sebelumnya juga digunakan Bjork untuk mengangkap perjuangan kemerdekaan.
Bulan lalu, dalam konser di Jepang, dia mendedikasikan koser itu untuk Kosvo.
Dia juga menggunakan lagu itu untuk berkampanye bagi Greenland dan Kepulauan Faroe, yang dikuasai Denmark.