|
2 lagi tewas akibat flu burung
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Di Indonesia, 2 korban lagi tewas akibat flu burung sehingga jumlah korban mencapai 107 jiwa.
Dua korban jiwa terbaru itu berada di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Pemerintah Indonesia memandang pola penyebaran epidemiologi flu burung di Indonesia lain dari yang biasanya sehingga tindakan pencegahan yang umum di dunia menjadi tidak efektif. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang sedang berada di London menjelaskan kepada Nuraki Aziz dari BBC Siaran Indonesia, bahwa masalah flu burung ini amat kompleks. "Tidak bisa dipikirkan secara kesehatan saja. Saat ini sekian persen dari unggas di propinsi Indonesia itu masih positif flu burung. Selama ada unggas positif maka ada resiko manusia terkena." Siti Fadilah menegaskan bahwa selama ini sudah ada 10 langkah untuk mengatasi flu burung, namun ada gejala yang aneh yang tidak bisa didekati dengan literatur yang ada. "Persoalannya bukan tindakannya. Kita harus melihat bagaimana cara penyebaran untuk bisa mengatasinya dan penyebarannya tidak cocok dengan penyebaran yang seharusnya." Kepada BBC Siaran Indonesia, Menteri Siti Fadilah mengatakan bahwa antisipasi atas cara penyebaran yang tidak biasa itu masih dirahasiakan. "Masih rahasia, masak saya paparkan di sini," tuturnya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||