|
Tanpa konsensus soal Libanon
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Para pemimpin dunia Arab baru saja menutup pertemuan puncak mereka di ibukota Suriah, Damaskus, dengan resolusi yang menyerukan
upaya lanjutan untuk menyelesaikan krisis di Libanon.
Presiden Suriah, Bashar Al Assad pada awal KTT membantah, negaranya campur tangah di Libanon. Pemimpin Arab Saudi, Mesir dan Yordania tidak datang sebagai ungkapan protes atas kebijakan oleh Suriah yang mereka pandang menggoyah stabilitas negara tetangganya yang lebih kecil. Libanon memboikot pertemuan puncak ini. Wartawan BBC Heba Saleh dari Damaskus melaporkan, pertemuan puncak Arab berakhir tanpa menghasilkan terobosan tentang Libanon atau pun isu-isu mendesak lain di kawasan. Para pemimpin Arab menyerukan upaya dilanjutkan untuk menyelesaikan krisis Libanon, tapi tidak mengajukan usul yang jelas. Libanon berjalan tanpa presiden sejak bulan November akibat pergulatan antara pemerintah dan oposisi yang didukung oleh Suriah dan Iran. Memperbesar pengaruh Jalan buntu ini merisaukan Arab Saudi, Mesir dan Yordania, yang khawatir bahwa ketidakstabilan di Libanon akan memungkinkan Iran memperbesar pengaruhnya di kawasan. Tiga pemimpin negara pro-Barat tidak menghadiri pertemuan puncak, sebagai ungkapan kemarahan mereka terhadap Damaskus. Di KTT, Presiden Suriah Bashar Al Assad, membantah bahwa negaranya campur tangan di Libanon. Namun, pernyataan itu tidak cukup untuk meyakinkan para pengecamnya. Hanya setengah dari pemimpin Dunia Arab hadir. Suriah menghadapi risiko semakin terkucil jika tidak segera muncul penyelesaian atas krisis di Libanon. Laporan Heba Saleh |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||