BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 25 Maret, 2008 - Published 14:32 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Film Geert Wilders gagal raih simpati
 

 
 
Geert Wilders
Geert Wilders mencap Islam sebagai ajaran fasis
Sebuah partai ekstrim kanan Ceko menawarkan untuk menayangkan film anti- Islam yang dibuat oleh politisi Belanda Geert Wilders setelah perusahaan internet di Amerika menutup situsnya karena khawatir akan isi film tersebut.

Partai Nasional Ceko menawarkan untuk mempublikasikan film tersebut di internet dengan menggunakan salah satu servernya.

Wilders berencana merilis filmnya, "Fitna" tersebut akhir bulan Maret, namun dia tampaknya semakin menghadapi keberatan dari banyak halangan.

Wilders secara terbuka menyerang Islam yang disebutnya sebagai agama fasis yang mendukung kekerasan, dan dia juga menyebut Nabi Muhamad sebagai barbar.

Namun semakin banyak dia mengeluarkan pandangannya, semakin banyak pihak yang mencoba menjauhkan diri.

Tidak ada jaringan media di Belanda yang mau menayangkan filmnya.

Ongkos pengamanan

Rencana bagi jumpa pres dengan serangkaian publisitas lain di Den Haag, Belanda gagal dilangsungkan, karena Wilders tidak sanggup membiayai ongkos guna mengamankan peristiwa ini.

Protes menentang pandangan Geert Wilders
Semakin banyak pihak menjauhi pandangan Geert Wilders

Kini upaya publikasi di internetpun terancam gagal, karena sebuah perusahaan internet di Amerika yang menjadi induk situsnya menutup situs Wilder setelah menerima protes.

Dan kelompok Islam di Belanda juga mengajukan gugatan hukum agar film tersebut dilarang.

Wilders sendiri mengatakan bila perlu dia sendiri akan menyerahkan dvd itu kepada masyarakat luas di pusat kota Amsterdam.

Sebuah partai ekstra kanan kecil di Ceko sudah menawarkan untuk menayangkan film tersebut, dengan mengatakan pemerintah dan media Belanda tunduk pada tekanan Islam.

Namun, seorang menteri Ceko mengatakan tawaran itu berasal dari orang yang berpikiran bodoh.

Hari Sabtu (22/03), ribuan orang melakukan unjukrasa di Amsterdam mengatakan, Wilders tidaklah mewakili pandangan seluruh masyarakat Belanda.

Pemerintah Belanda juga sudah mengirimkan surat kepada Imam Besar Mesir, yang mengatakan mereka memiliki pandangan yang berbeda dengan Wilders.

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy