BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 07 Maret, 2008 - Published 10:34 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Polisi selamatkan pekerja seks
 
Polisi Australia
Polisi menyelamatkan 10 wanita Korea Selatan dari rumah bordil
Kepolisian Australia mengatakan mereka berhasil membekuk sindikat penyelundupan perempuan yang dipekerjakan di industri seks setelah menyelamatkan 10 wanita Korea Selatan dari beberapa rumah bordil di Sydney.

Lima orang ditahan dan didakwa melakukan penyelundupan manusia.

Polisi mengatakan wanita-wanita itu dibujuk untuk datang ke Australia dan dipaksa bekerja 20 jam sehari di rumah-rumah pelacuran resmi di Sydney.

Mereka setuju untuk bekerja di industri seks, tetapi dibohongi tentang kondisi kerja mereka, kata polisi.

"Yang saya ketahui, mereka datang ke Australia untuk bekerja di industri seks tetapi dalam kondisi yang lebih baik," kata Asisten Komisaris Kepolisian Federal Australia Tim Morris.

'Mobil penuh pria'

Begitu wanita-wanita itu tiba di Australia, pihak sindikat menyita paspor mereka, kata para petugas.

"Ini mungkin merupakan sindikat terbesar yang kami bekuk," kata Asisten Menteri Keimigrasian Lyn O'Connell.

Lima orang yang ditahan termasuk seorang wanita Korea Selatan dan seorang wanita Australia keturunan Korea, yang diduga polisi adalah pimpinan sindikat yang setiap tahunnya meraup $2,8 juta.

Jaksa pemerintah mengatakan bukti yang memberatkan kelima orang itu termasuk pembicaraan telepon yang direkam selama enam bulan dan dokumen bisnis bertulisan Korea, kata laporan kantor berita Reuters.

Pelacuran tidak melanggar hukum di sebagian besar wilayah Australia tetapi undang-undang baru anti perbudakan diberlakukan pada tahun 1999 untuk mencegah wanita dieksploitasi.

Seorang pengusaha yang memiliki bisnis di dekat salah satu rumah bordil yang digerebek mengatakan tempat pelacuran yang mempekerjakan wanita-wanita Cina, Jepang dan Korea itu selalu ramai dengan pelanggan, kata wartawan BBC Phil Mercer di Sydney.

Pada akhir pekan, mobil-mobil yang penuh dengan lelaki Asia datang ke tempat itu, katanya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy