|
Turki mundur dari Irak Utara
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Turki mengatakan pasukannya sudah ditarik mundur dari Irak Utara setelah melancarakan operasi atas pemberontak Kurdi, PKK.
Dalam pernyataan di situs internetnya, militer Turki mengatakan sudah mencapai tujuan dan menegaskan tidak ada pengaruh asing dalam keputusan penarikan mundur itu. Irak dan Amerika Serikat mendesak Turki untuk mengakhiri masuknya pasukan Turki ke perbatasan ditengah-tengah ketakutan atas eskalasi ketegangan di wilayah. Ankara mengatakan sasaran operasi militer itu adalah pangkalan yang digunakan pemberontak Kurdi di Irak Utara. Turki menuduh Irak gagal menghentikan gerilyawan PKK --yang berjuang untuk kemerdekaan Kurdi di Turki Tenggara-- dalam menggunakan kawasan Irak sebagai tempat berlindung. Tujuan strategis dari operasi Turki adalah melumpuhkan pangkalan utama PKK di Irak Utara dan mencegah serangan dari kawasan itu. Kebutuhan militer
Dalam pernyataannya, militer Turki mengatakan keputusan untuk masuk dan keluar dari Irak adalah keputusan Turki semata dengan didasarkan pada kebutuhan militer. Disebutkan pula bahwa operasi berhasil dengan menyampaikan pesan kepada PKK bahwa Irak Utara bukan merupakan tempat berlindung yang aman. "Tujuan yang ditetapkan pada awal operasi sudah dicapai dan pasukan kami kembali ke pangkalan pada Jumat pagi." Militer Turki mengatakan sedikitnya 240 militan PKK tewas dibunuh dalam bentrokan selama beberapa pekan, sementara korban di pasukan Turki mencapai 27 personil. Turkey akan terus mengamati secara ketat kegiatan PKK di Irak Utara dan tidak akan membiarkan ancaman ke Turki dari wilayah itu. "Perjuangan melawan teroris akan diteruskan dengan determinasi di dalam dan di luar negeri." Penarikan mundur ini berlangsung sehari setelah Presiden George Bush mendesak Turki, yang merupakan sekutu NATO, untuk mengakhiri masuknya Turki ke perbatasan Irak dan segera keluar. Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates, yang secara pribadi menyampaikan pesan itu dalam perundingan di Ankara pada Hari Kamis. Irak mengatakan masuknya pasukan Turki itu tidak bisa diterima dan melanggar kedaulatannya. Dan Menteri Luar Negeri Irak, Hoshiar Zebari menyambut baik penarikan mundur pasukan Turki ini. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||