|
Pejabat Rusia akui bias media
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Ketua Komisi Pemilihan Rusia mengakui peliputan media atas pemilihan presiden, yang akan digelar pada Hari Minggu, tidak seimbang.
Vladimir Churov mengatakan kepada BBC bahwa semua calon tidak mendapat akses yang sama ke media, namun dia yakin peliputan masih tetap jujur. Para pengkritik mengatakan stasiun-stasiun TV memberi terlalu banyak waktu kepada calon penerus Vladimir Putin, Dmitry Medvedev. Dia diperkirakan akan menang dengan selisih suara besar dalam pemilihan yang akan digelar pada hari Minggu. Media-media melaporkan Putin rencananya akan menyampaikan pidato nasional hari ini sebagai perpisahan. Jujur tapi tak seimbang
Vladimir Churov menyebutkan peliputan kampanye berlangsung jujur namun tidak seimbang. "Masalah itu bukan hanya di negara kami, tapi saya setuju semua calon tidak punya jumlah berita yang sama," katanya. Bagaimanapun dia menegaskan media punya alasan kuat untuk memusatkan perhatian kepada kegiatan Dmitry Medvedev dengan kapasitasnya sebagai Wakil Pertama Perdana Menteri, Vladimir Churov menambahkan bahwa dia tidak menyesalkan keputusan Organisasi Keamanan dan Kerja-sama Eropa (OSCE) --yang merupakan badan pengawas pemilu Eropa-- untuk tidak mengirimkan tim pengawas. Menurutnya, dunia internasional akan menentukan pendapatnya pada pelaksanaan pemungutan suara Hari Minggu. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||