BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 Februari, 2008 - Published 16:28 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Keadaan darurat di Timor Leste
 
Dokter mengharapkan Ramos-Horta akan pulih
Dokter berarap Presiden Ramos-Horta akan pulih
Pihak berwenang di Timor Leste menerapkan larangan keluar rumah setelah penyerangan terhadap Presiden Jose Ramos-Horta di rumahnya di dekat ibukota, Dili.

Para wartawan mengatakan, ibukota Timor Leste tenang, tapi tegang di tengah kekhawatiran bahwa serangan itu mungkin kembali memicu pertumpahan darah antarfaksi.

Perdana Menteri Xanana Gusmao, yang juga diserang tapi tidak terluka, mengatakan, pemberontak yang menembak sang presiden berusaha melakukan kudeta.

Kondisi Ramos-Horta digambarkan serius, tapi stabil.

Dia diterbangkan ke sebuah rumah sakit di kota Darwin, Australia, tempat dia mendapat bantuan ventilator di fasilitas perawatan intensif.

Australia, yang memimpin pasukan penjaga perdamaian di Timor Leste, mengumumkan, negara itu mengirimkan sekitar 150 tentara tambahan untuk membantu menstabilkan situasi.

"Pemerintah ini akan berdiri tegak bersama pemerintahan hasil pemilihan demokratis Timor Leste pada saat krisis ini," kata Perdana Menteri Australia Kevin Rudd.

Larangan demo

Tokoh tentara yang memberontak Alfredo Reinado dan seorang pemberontak lain tewas dalam serangan terhadap Ramos-Horta.

Tentara berjaga di Timor Leste
Pasukan asing dikerahkan menjaga fasilitas publik di Dili

Beberapa jam setelah penembakan, Gusmao memberlakukan keadaan darurat 48 jam, termasuk larangan keluar rumah dari pukul 2000 hingga 0600 waktu setempat.

Warga juga dilarang berkumpul atau mengadakan unjukrasa.

"Negara tidak akan mentolerir organisasi atau kelompok bersenjata mana pun yang bertujuan menumbangkan negara ini," kata Xanana.

Pemerintah sedang menempuh semua langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa warga terlindung dan aman, kata dia.

Sedikitnya 37 orang tewas dan sekitar 150.000 warga mengungsi dalam kecamuk pertempuran antara polisi dan militer pada tahun 2006, setelah Perdana Menteri saat itu Mari Alkatiri memecat sepertiga anggota angkatan bersenjata.

Editor Asia Timur BBC Andre Vornic mengatajanm tindak kekerasan dan upaya pembunuhan memunculkan keraguan soal keberhasilan upaya membangun bangsa di Timor Leste.

 
 
Xanana: ini kudeta gagal
11 Februari, 2008 | Berita Dunia
Presiden Timor Leste 'koma'
11 Februari, 2008 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy