http://www.bbc.com/indonesian/

31 Januari, 2008 - Published 17:19 GMT

'Hentikan kerusuhan di Kenya'

Para pemimpin Afrika yang melakukan pertemuan puncak di Ethiopia mengatakan mereka harus terlibat dalam mengatasi krisis di Kenya.

Ketua komisi Uni Afrika Alpha Oumar Konare mengatakan di KTT bahwa para pemimpin Afrika tidak bisa berdiam diri. "Jika Kenya terbakar, tidak akan ada masa depan," katanya.

Lebih dari 850 orang tewas dalam kekerasan politik dan etnik sejak pemilihan presiden bulan lalu, yang oleh oposisi dituduh dicurangi.

Di Nairobi, pembicaraan antara pemerintah dan oposisi ditunda.

Pembicaraan dimulai untuk pertama kalinya pada hari Kamis tetapi ditunda sampai Jumat setelah seorang anggota parlemen dari oposisi ditembak mati oleh seorang polisi di kota Eldoret, Kenya barat.

Polisi mengatakan pembunuhan itu adalah keributan biasa tetapi oposisi Gerakan Demokratik Oranye (ODM) mengatakan dia dibunuh.

Kematian David Too membuat keadaan di Eldoret semakin tegang.

Alpha Oumar Konare - seorang pejabat tinggi Uni Afrika - mengatakan tugas Uni Afrika adalah mendukung proses perundingan.

"Kenya dulu adalah negara yang menjadi harapan bagi benua ini," katanya.

"Sekarang, jika anda lihat Kenya anda melihat kekerasan di jalan-jalan. Kami berbicara tentang pembantaian etnik dan genosida."

"Kita tidak bisa duduk di sini tanpa bertindak."

'Tanggungjawab khusus'

Pembicaraan damai di Nairobi dipimpin oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Penggantinya, Ban Ki-moon - yang juga hadir di KTT Uni Afrika - mendesak para pemimpin Kenya untuk mencari penyelesaian damai.

"Presiden [Mwai] Kibaki dan pemimpin oposisi Raila Odinga... memiliki tanggungjawab khusus untuk menyelesaikan krisis ini dengan damai," katanya kepada para peserta pertemuan puncak.

"Saya menyerukan kepada rakyat Kenya: hentikan pembunuhan dan akhiri kekerasan sebelum terlambat."

Dia mengatakan dia akan pergi ke Kenya pekan ini untuk membantu proses dialog.

Kekerasan pertama kali pecah setelah pemilihan presiden tanggal 27 Desember, yang oleh oposisi ODM dikatakan dicurangi oleh pemerintah Kibaki.

Presiden Kibaki ikut menghadiri KTT ini bersama dengan lebih dari 40 kepala negara di pertemuan Uni Afrika di Addis Ababa ini, meski ODM mendesak agar Uni Afrika tidak mengakuinya.

Sebaliknya, Raila Odinga tidak diundang.

Meski Ketua komisi Uni Afrika Alpha Oumar Konare mengeluarkan imbauan itu, tema resmi pertemuan ini adalah industrialisasi.