http://www.bbc.com/indonesian/

13 Januari, 2008 - Published 08:47 GMT

Kondisi Suharto sedikit membaik

Kondisi mantan Presiden Suharto hari Senin dinihari dikabarkan sedikit membaik, setelah sebelumnya mengalami naik turun.

Wartawan BBC Ervan Hardoko yang memantau langsung perkembangan mantan presiden tersebut mengatakan dokter memberitahu bahwa tekanan darah Suharto sedikit membaik hari Senin dinihari.

Sebelumnya di hari Minggu siang, Ketua Tim Dokter Kepresidenan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, RSPP, Jakarta yang menangani Suharto, dr. Mardjo Soebandiono, mengatakan kondisi mantan presiden itu sangat kritis.

"Kami bisa mengatakan bahwa semua fungsi organ Suharto tidak bekerja lagi. Suharto berada dalam kondisi yang amat kritis," kata Mardho Soebandiono.

Saat ini hanya otak dan pencernaan Suharto saja yang berfungsi baik.

Para dokter juga mengatakan fungsi organ-organ tubuh lain seperti ginjal, jantung, dan paru-paru tidak mampu berfungsi dengan baik.

Ketika ditanyakan peluang Soeharto untuk bertahan hidup, dr. Mardho Soebandiono mengatakan 50-50.

"Peluang pulihnya? Kami bisa mengatakan 50-50. Mari kita berdoa bersama untuk pemulihan Suharto."

Ratusan wartawan sudah memenuhi halaman RSPP untuk melaporkan perkembangan kesehatan Suharto, yang memerintah Indonesia sejak tahun 1966 hingga 1998.

Lee Kuan Yew membesuk
Suharto
Suharto memerintah selama 32 tahun setelah Supersemar 1966

Sebelumnya pada hari Jumat para dokter yang merawatnya di RSPP mengatakan kesadaran mantan presiden yang berusia 86 tahun tersebut meningkat, tekanan darahnya stabil, dan cairan di perutnya berkurang.

Namun mantan penguasa Indonesia ini masih mendapatkan alat bantu pernapasan, ventilator, dan juga ada tanda-tanda infeksi di paru-parunya.

Minggu siang mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew, membesuk Suharto selama 15 menit karena Suharto masih belum sadar.

Lee Kuan Yew didampingi ketiga putri Suharto dan mantan Menteri Sekretaris Negara, Moerdinono.

Namun dilaporkan bahwa Suharto dalam keadaan tidak sadar saat kunjungan tersebut.

Usai kunjungan Lee Kuan Yew, Moerdiono mengatakan bahwa Lee Kuan Yew prihatin dengan kondisi Suharto dan mengharapkan kesembuhannya.

Pejabat tinggi yang juga membesuk pada hari Minggu adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Soetanto.

Yang juga membesuk adalah Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Rina Iriani. Di daerah Karangayar inilah terledak makam keluarga Soeharto, Astana Giribangun.

Hari Sabtu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mempersingkat kunjungan ke Malaysia karena memburuknya kesehatan Suharto.