04 Januari, 2008 - Published 17:23 GMT
Ketika PBB mendapat kecaman, badan dunia ini sering dituduh memiliki jaring birokrasi yang terlalu rumit.
Kini para pejabat PBB berharap mereka bisa mengubah citra PBB ini dengan menggunakan jaring laba-laba Spiderman.
PBB baru-baru ini mengumumkan mereka bekerja sama dengan perusahaan komik, Marvel.
Bersama, mereka akan mencetak sebuah komik khusus yang akan menampilkan jagoan itu memerangi kejahatan bersama para petugas bantuan dan penjaga perdamaian PBB.
Para penulis Marvel telah menawarkan untuk bekerja tanpa bayaran.
PBB kini mencari pendana swata agar satu juta eksemplar komik ini bisa didistribukan ke anak-anak sekolah di Amerika Serikat. Penggagas proyek ini, produser asal Perancis Romuald Sciora mengatakan dia berharap komik itu nantinya bisa diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa.
'Tindakan putus asa'
Komik belum dibuat, tetapi beberapa kalangan sudah mengritik proyek ini.
John Bolton, mantan utusan Amerika Serikat untuk PBB yang terkena suka berbicara apa adanya, menyebut proyek itu "tindakan putus asa".
Dia mengatakan badan dunia itu seharunya memusatkan perhatian pada upaya memperbaiki kinerja secara keseluruhan.
"Boleh saja menampilkan Spiderman dalam buku komik, tetapi ini tidak akan mengubah persepsi masyarakat," katanya kepada BBC.
Tetapi, pejabat PBB yang mengepalai proyek ini mengatakan para pengeritik tidak memahami niat di balik semua ini.
Amir Dossal adalah kepala Kantor Kemitraan PBB, yang menanggung separuh dari pengeluaran untuk proyek ini.
Dia mengatakan kepada BBC bahwa komik itu bukan untuk mempromosikan PBB tetapi untuk memberi informasi kepada anak-anak tentang tugas kemanusiaan PBB.
Sentuhan si laba-laba?
Para diplomat dan penggemar buku komik kini mengira-ngira mengapa PBB bersekutu dengan Spiderman.
Jerry Gladstone, salah seorang pemilik toko Midtown Comics di New York, mengatakan bahwa Spiderman lebih dikenal dibandingkan tokoh-tokoh Marvel lainnya seperti X-Men dan Fantastic Four.
Mitra bisnisnya, Brian Quinn, mencatat bahwa kisah Spiderman membuat jagoan ini "salah seorang tokoh komik yang paling mirip dengan orang biasa".
"Spideman adalah laki-laki biaya yang bergelut dalam menggunakan kekuatannya secara bertanggungjawan," kata Quinn. Sehingga, tambahnya, Spiderman tidak terlalu jauh berbeda dengan PBB.
Tetapi, pada akhirnya keberhasilan atau kegagalan proyek ini tidak bergantung pada Green Goblin atau Dr Doom, musuh-musuh bebuyutan Spiderman, tetapi ditentukan oleh reaksi pembaca.
BBC bertanya kepada beberapa murid sekolah di Amerika yang berkunjung ke markas besar PBB tentang gagasan buku komik ini.
Kebanyakan dari mereka mengatakan mereka memang akan lebih tertarik jika PBB bekerja sama dengan Spiderman.
Tetapi, satu bocah cilik, dengan tegas mengatakan: "Saya tidak suka jagoan semacam itu. Menurut saya mereka tidak benar-benar ada."
Buku komik ini dijadwalkan akan diterbitkan pada tahun 2009, jadi PBB bisa mengetahui apakah jagoan fiktif bisa memberi dukungan riil yang dibutuhkan.