|
Barat 'terima demokrasi cacat'
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara-negara demokrasi lainnya menerima hasil pemilihan yang cacat dan tidak adil demi kondisi
politik yang layak, kata organisasi hak azazi manusia, Human Rights Watch, dalam laporan tahunannya.
HRW memperingatkan bahwa membiarkan penguasa otokratik berpura-pura sebagai demokrat tanpa menuntut mereka untuk menegakkan hak sipil dan politik akan mengancam hak azazi manusia di seluruh dunia. HRW mengatakan Pakistan, Thailand, Bahrain, Yordania, Nigeria, Kenya and Rusia mengklaim sebagai negara demokratis, padahal bukan. Laporan Dunia 2008 menyimpulkan masalah HAM di lebih dari 75 negara. 'Setuju saja' Dalam laporannya, HRW mengatakan negara-negara demokrasi barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin mentolerir rezim "yang mengklaim memperjuangkan demokrasi".
"Pada tahun 2007 terlalu banyak negara, termasuk Bahrain, Yordania, Nigeria, Rusia dan Thailand, yang menganggap menggelar pemilihan saja cukup untuk membuktikan mereka negara 'demokratis', dan Washington, Brussels dan ibukota-ibukota Eropa lainnya setuju saja," kata HRW. "Pemerintah Bush berbicara tentang komitmen mereka bagi demokrasi di luar Amerika tetapi sering kali bungkam tentang perlunya semua negara menghormati hak azazi manusia." Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth mengatakan banyak pemerintah yang luput dari tekanan internasional dengan menjalankan demokrasi palsu "karena terlalu banyak negara Barat yang menegaskan pemilihan harus dilakukan dan setelahnya menutup mata". "Mereka tidak menekan pemerintah tentang isu-isu HAM utama yang membuat sebuah negara berdemokrasi - pers bebas, permusyawatan damai dan masyarakat madani yang benar-benar bisa menantang kekuatan negara," tambahnya. HRW mengatakan Barat sering kali enggak mengecam pemerintahan otokratis karena takut kehilangan akses ke sumber daya negara itu atau kesempatan dagang, atau karena negara-negara itu ikut memerangi terorisme. "Tampaknya pemerintah Washington dan Eropa akan menerima hasil pemilihan yang paling mencurigakan sekali pun selama 'pemenangnya' adalah sekutu yang strategis atau menguntungkan," kata Roth. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||