|
Cina larang tas plastik gratis
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemerintah Cina mengatakan mereka melarang toko-toko memberikan tas plastik secara cuma-cuma.
Larangan tersebut akan mulai berlaku Juni tahun ini. Cina juga memerintahkan penghentian produksi tas plastik tipis, yang banyak diekspor ke berbagai negara. Pembuatan tas plastik ultra-tipis juga dilrang, kata pernyataan yang dikeluarkan Dewan Negara (kabinet Cina). Sebagai gantinya, warga akan didorong agar menggunakan keranjang atau tas kain yang bisa dipakai berulang kali untuk barang belanjaan mereka, tambah Dewan tadi. Kebijakan baru ini diumumkan menyusul kekhawatiran atas pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan di Cina. Bisa didenda Setiap hari warga di Cina menggunakan lebih dari 2 miliar tas plastik.
Untuk memproduksi tas plastik sebanyak itu diperlukan hampir 40 juta barel minyak. Prakarsa ini membuat Cina mengikuti jejak Perancis, Irlandia, dan Afrika Selatan, yang mencoba mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh sampah dari tas plastik, seperti saluran air yang tersumbat dan kematian satwa-satwa liar. Toko yang melanggar ketentuan baru ini bisa didenda atau barang dagangan mereka disita, kata pernyataan Dewan Negara. Dewan Negara juga menyerukan upaya daur ulang yang lebih dari para pengumpul limbah, dan menganjurkan otorita keuangan agar mempertimbangkan pajak yang lebih tinggi atas produksi dan penjulan tas plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat Cina memicu kekhawatiran soal polusi dan penggunaan sumber dayanya. Namun, para wartawan mengatakan, semakin kuat kesadaran bahwa lebih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melindungi lingkungan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||