BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 01 Januari, 2008 - Published 08:43 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Desakan rekonsiliasi Kenya
 
Kenya
Kekerasan sudah diwarnai dengan konflik antar etnis
Tekanan diplomatik atas para pemimpin Kenya meningkat karena kekuatiran akan kekerasan yang menimbulkan korban 120 jiwa.

Kerusuhan ini dipicu oleh pengambilan sumpah Presiden Kenya, Mwai Kibaki, untuk masa jabatan kedua pada hari Minggu, menyusul penghitungan suara yang menguntungkan kubunya.

Saingannya, Raila Odinga, mengatakan kemenangannya telah dicuri oleh kecurangan dalam penghitungan suara.

Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, mendesak kedua belah pihak untuk berupaya mencari solusi atas kondisi yang disebut pemerintah Inggris sebagai 'pembunuhan yang mengerikan.'

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan keprihatinan yang serius atas perhitungan suara.

Mulai berwarna etnis
Kenya
Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat keamanan

Unjuk rasa marak marak di kawasan pemukiman kumuh di Nairobi pada Hari Senin dan di kota asal Odinga, Kisumu.

Di beberapa tempat, kekerasan sudah diwarnai dengan konflik antar etnis, dengan masyarakat Luo yang pro Odinga sedang Kikuyus sebagai pendukung Kibaki.

Jika kedua belah pihak tidak bisa diajak berunding dalam beberapa hari, ada kekuatiran kekerasan bisa meluas tak terkendali dan menjadi pembunuhan antar etnis.

Palang Merah Kenya mengatakan banyak dari yang tewas merupakan korban kekerasan antar etnis.

Kantor berita AP melaporkan para anggota gang memeriksa asal suku orang-orang pada saat Palang Merah mencoba membantu korban yang luka.

Para wartawan melaporkan kekerasan terburuk terjadi di kawasan oposisi Kisumu, dan wartawan BBC melihat sekitar 40 jenasah dengan luka tembak di kamar jenasah.

Dalam pesan tahun barunya, Presiden Kibaki meminta 'rekonsiliasi' namun memperingatkan pemerintahnya akan bertindak tegas atas mereka yang merusak perdamaian.

Sedangkan Odinga meminta para pendukungnya tidak membawa-bawa masalah etnis dalam penghitungan suara yang bermasalah.

 Kami prihatin dan mengutuk insiden kekerasan yang berlangsung di Kenya,
 
David Miliband

Upaya perundingan

Gordon Brown sudah menelepon Kibaki dan Odinga untuk membujuk keduanya agar mengupayakan 'persatuan dan rekonsiliasi.'

"Kami prihatin dan mengutuk insiden kekerasan yang berlangsung di Kenya, termasuk pembunuhan yang mengerikan di beberapa kota di Kenya," kata Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband.

Amerika Serikat dan Uni Eropa sudah mengungkapkan kekuatiran atas penghitungan suara.

"Yang jelas ada sejumlah masalah di sini dan membutuhkan penyelesaian yang sejalan dengan konstitusi dan sistem hukum," kata jurubicara Kementrian Luar Negeri Amerika, Tom Casey.

"Saya tidak memberikan ucapan selamat kepada siapapun karena kami menyayangkan proses penghitungan," tambahnya.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mendesak aparat keamanan 'untuk menjaga diri' dan meminta warga Kenya 'tenang dan menghormati hukum.'

Sementara itu Odinga sudah menyerukan pawai sejuta orang di ibukota Nairobi pada Hari Kamis.

Polisi melarang pendukungnya melakukan upacara pelantikan tandingan atas Odinga di Nairobi pada hari Senin, sehari setelah Kibaki disumpah.

Kantor-kantor berita asing menghitung sedikitnya 100 orang tewas di seluruh Kenya sejak pemilihan umum Hari Kamis.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy