http://www.bbc.com/indonesian/

08 Desember, 2007 - Published 12:27 GMT

Minyak tumpah ancam pantai

Minyak mentah yang bocor dari kapal tanker yang berlubang karena tabrakan sampai ke kawasan pantai barat Korea Selatan, tidak jauh dari tempat perlindungan satwa serta fauna laut, kata laporan para penjaga pantai.

Para petugas di kawasan Taean berusaha mencegah minyak, yang sekarang menutupi daerah sepanjang 20 kilometer, mengancam kehidupan satwa liat dan habitat laut yang berharga lainnya.

Lebih dari 10.000 ton minyak tumpah ke laut setelah tanker Hebei Spirit bertabrakan dengan sebuah kapal tongkang.

Para pejabat kelautan mengatakan ini adalah insiden tumpahan minyak terburuk yang pernah terjadi di negara mereka.

Warga setempat melaporkan melihat minyak kental mendekati garis pantai:

"Ini bukan laut kami yang biasa. Air berwarna coklat tua. Gelombang air juga coklat tua, pasir di pantai menggumpal dan lengket," kata seorang saksi kepada kantor berita AFP.

Puluhan kendaraan aparat penjaga pantai dan enam helikopter dikerahkan untuk mencegah tumpahan minyak meluas, namun minyak terus bergerak akibat dorongan angin kuat.

Kekhawatiran lingkungan

Menurut Kementerian Urusan Kelautan Korea Selatan, kapal yang terdaftar di Hong Kong itu sedang berlabuh ketika ditabrak oleh kapal tongkang, yang lepas dari jangkar.

Operasi darurat langsung diluncurkan.

"Kami khawatir akan timbul bencana lingkungan," kata Kim Jong-sik, seorang pejabat di kementerian urusan kelautan dan perikanan.

"Kami berusaha menghentikan minyak yang tumpah meluas di pantai, tetapi minyak kadang mengalir terbawa gelombang," katanya kepad kantor berita AFP.

"Jika kami gagal menghentikannya, minyak dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan berat pada pantai," katanya.

Minyak itu mengancam garis pantai yang indah sepanjang 100 kilometer di barat daya ibukota Seoul.

Di daerah itu antara lain terdapat taman kelautan nasional dan merupakan tempat persinggahan penting bagi berbagai jenis burung yang bermigrasi.

Pada tahun 1995, Korea Selatan juga menghadapi ancaman serius dari minyak yang tumpah ke laut, ketika 5.000 ton minyak merusak daerah pantai selatan negara tersebut.