|
Ditunda keputusan pemilu
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Komisi Pemilihan Umum Pakistan telah menunda keputusan tentang apakah akan tetap melaksanakan pemungutan suara yang rencananya
digelar tanggal 8 Januari atau ditunda.
Pernyataan resmi akan diumumkan hari Selasa walaupun para pejabat komisi sudah mengatakan kepada para wartawan bahwa pemungutan suara kemungkinan ditunda beberapa pekan. Perdebatan tentang penundaan pemungutan suara ini menghangat setelah tewasnya tokoh oposisi Benazir Bhutto dalam sebuah serangan bom bunuh diri. Namun partai pimpinan Benazir Bhutto, Partai Rakyat Pakistan, PPP menyatakan tidak menginginkan penundaan pemungutan suara. Sementara partai berkuasa, PML-Q, sudah menyatakan pemilu tanggal 8 Januari sebaiknya ditunda selama beberapa pekan, dengan alasan pemungutan suara akan kehilangan 'kredibilitas' jika dilaksanakan dalam kondisi seperti sekarang. Memanfatkan momentum?
PPP, yang kini berada di bawah pimpinan suami Bhutto, Asif Ali Zardari, dan putranya, Bilawal, sudah mengatakan keinginan agar pemilu dilaksanakan sesuai dengan rencana. Wartawan BBC Chris Morris di Islamabad mengatakan PPP ingin agar pemilihan umum dilaksanakan secepat mungkin dengan perkiraan bisa meraih simpati dalam suasana berkabung atas wafatnya Bhutto. Partai oposisi lain, yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Nawaz Sharif, juga mengharapkan pemungutan suara tetap dilangsungkan tanggal 8 Januari setelah sebelumnya menyatakan akan memboikot pemilu. Komisi pemilihan sudah meminta laporan dari 4 pemerintahan propinsi tentang kesiapan mereka dalam menyelenggarakan pemilu. Sejauh ini 10 kantor Komisi Pemilihan dibakar dalam kerusuhan menyusul tewasnya Benazir Bhutto. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||