|
Puluhan tewas di Kenya
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Setidaknya 43 orang tewas di kota Kisumu, Kenya barat, setelah tindak kekerasan yang dipicu oleh sengketa hasil pemilihan
presiden negara itu.
Seorang reporter BBC melihat banyak mayat dengan luka tembakan di dalam kamar jenazah di kubu oposisi. Para saksi mata mengatakan polisi melepaskan tembakan peluru tajam setelah para pengunjuk rasa melemparkan batu karena marah terhadap apa yang mereka katakan sebagai kecurangan dalam pemilihan pekan lalu. Persiden Mwai Kibaki dinyatakan sebagai pemenang tetapi Raila Odinga mengatakan kemenangannya dicurangi dalam pemilihan itu. Bentrokan juga berlangsung di daerah-daerah kukuh di ibukota, Nairobi, kota wisata Mombasa dan beberapa kota kecil lain di Kenya.
Kantor berita Reuters melaporkan 15 mayat ditemukan di kawasan kumuh Korogocho di Nairobi. Bentrokan berlangsung di daerah kumuh lainnya, Kibera, antara polisi yang menembakkan peluru tajam serta gas air mata, dan massa yang bersenjatakan pentungan dan parang. Sejumlah besar petugas hansip (pertahanan sipil) disiagakan oleh pemerintah. Dalam perkembangan lain, para pemantau pemilihan Uni Eropa mengutarakan keraguan terhadap hasil yang diumumkan secara resmi. Pemerintah Kenya melarang siaran pangsung yang terkait dengan pemilihan itu. Polisi melarang acara pelantikan presiden tandingan yang akan dilaksanakan di pusat kota Nairobi untuk melantik Odinga. Odinga mengatakan tidak ada perbedaan antara Kibaki dan "para diktator militer yang merebut kekuasaan dengan laras senjata". Perubahan hasil Orang-orang yang terbunuh di Kisumu termasuk dua wanita dan tiga anak-anak, kata laporan wartawan BBC, Noel Mwakugu.
Seorang saksi mata mengatakan kepadanya bahwa polisi melepaskan tembakan secara membabi-buta, bahkan setelah para pengunjuk rasa melarikan diri di pinggir kota Kisumu. Seorang jurubicara kepolisian mengatakan dia tidak mengetahui adanya korban tewas. Larangan keluar rumah diberlakukan di kota itu, kata kantor berita AFP. Ada juga laporan mengenai kerusuhan di Bungoma, Busia, Eldoret, Kericho, dan Kakamega. Tindak kekerasan itu dipicu oleh pernyataan oposisi bahwa hasil pemilihan dicurangi oleh pemerintah. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||