BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Desember, 2007 - Published 12:46 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pakistan 'mungkin' tunda pemilihan
 
Foto Benazir Bhutto
Pendukung Benazir Bhutto mempersalahkan pemerintah
Pemilihan parlemen Pakistan mungkin ditangguhkan selama beberapa pekan setelah kematian Benazir Bhutto, kata pejabat partai yang berkuasa.

Tariq Azim dari partai PML-Q yang berkuasa mengatakan, pemberian suara akan kehilangan kredibilitas jika digelar pada 8 Januari seperti rencana.

Pakistan dilanda kerusuhan sejak kematian Bhutto, dan beberapa partai politik telah menyatakan memboikot pemilihan.

Sementara itu, partai mendiang mulai bersidang untuk memilih penggantinya. Para anggota PPP berkumpul di rumah keluarga Bhutto di Naudeo, Larkana untuk membahas rencananya.

Putra mendiang Benazir Bhutto diperkirakan akan membacakan isi surat wasiat pada awal pertemuan. Surat wasiat politik itu diduga menyebutkan nama Bilawal, 19 tahun, sebagai pengganti yang dia pilih.

Beredar spekulasi bahwa si pengganti mungkin Bilawal, suami, Asif Ali Zardari. Danl, orang lain yang mungkin adalah wakil ketua partai, Makhdoom Amin Fahim.

Namun, seorang anggota partai rakyat Pakistan, pimpinan Bhutto, PPP, Farah Ispahani mengatakan kemungkinan akan ada kepemimpinan bersama.

Pertemuan partai itu juga akan mempertimbangkan apakah PPP, seyoganya menolak untuk ikut bersaing dalam pemilihan parlemen yang akan digelar sekitar satu pekan mendatang.

Kerusuhan massal

Kerusuhan massal menyusul kematian Benazir telah menelan lebih dari 40 korban jiwa, dan memunculkan keraguan soal pemilihan. Seorang tokoh oposisi lain, Nawaz Sharif, telah menyatakan dia tidak akan ikut dalam pemilihan.

Ribuan pendukung Bhutto mengepung rumah keluarga dinasti Bhutto menjelang pertemuan, dan melampiaskan kemarahan mereka kepada pemerintahan Presiden Pervez Musharraf, yang mereka tuding tidak berbuat cukup melindungi Benazir Bhutto.

Dua tersangka militan meledakkan diri di bagian timur Pakistan dalam aksi yang menurut polisi upaya yang gagal untuk membunuh mantan menteri Mohammed Ejaz-ul-Haq.

Di kota Karachi, para pengusaha mengutuk pengrusakan toko, kantor dan sarana angkutan dalam dua hari kerusuhan dan meminta pemerintah memberikan perlindungan.

Di tempat lain di Provinsi Sindh, seorang wartawan mengatakan, dia menyaksikan puluhan mobil hangus di jalan bebas hambatan utama hari Sabtu.

Dia mengatakan, truk pengangkut barang terlantar dan para pengemudi terlalu takut untuk melanjutkan perjalanan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy