|
Jamaah haji Gaza tertahan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Laporan-laporan dari Mesir mengatakan, ratusan warga Palestina yang pulang dari ibadah haji dan terlibat dalam konfrontasi
di atas kapal penyeberangan di pelabuhan Nuweiba, Mesir, telah diangkut dengan bus ke kamp-kamp di Sinai utara.
Mereka diperkirakan akan bertahan di sana hingga sengketa soal kepulangan mereka ke Gaza dituntaskan. Mesir bersikukuh bahwa mereka harus pulang melalui Aouja, pos perbatasan yang dikuasai oleh Israel. Kelompok itu diyakini termasuk anggota senior organisasi militan Hamas, dan Israel yakin sebagian dari mereka mungkin berupaya menyelundupkan dana ke Gaza. Sekitar dua ribu warga Palestina yang tiba dari berhaji menolak untuk kembali ke Gaza melalui titik perbatasan yang dikuasai Israel. Tekanan Hamas yakin bahwa jika rombongan haji itu melintas melalui Aouja, Israel akan menahan para anggota Hamas.
Para tokoh Senior Hamas menuduh Mesir telah tunduk kepada tekanan Israel dengan menolak mengizinkan jamaah haji Palestina memasuki Gaza melalui penyeberangan perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya jalan masuk ke Gaza yang tidak diduduki Israel "Kami menyadari soal tekanan Israel dan Amerika kepada Mesir, dan kami mengimbau Mesir agar menampik tekanan itu, dan mengizinkan jamaah haji pulang dengan aman melalui Rafah," kata Sami Abu Zuhri dari Hamas. Rombongan haji dari Gaza tertahan dua hari di dua kapal penyeberangan di pelabuhan Laut Merat, Nuweiba, tempat mereka tiba setelah menunaikan ibadah haji. Kondisi mereka di kapal feri itu dilaporkan memburuk. Tidak ada persedian obat-obatan bagi mereka yang jatuh sakit. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||