BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 30 Desember, 2007 - Published 20:14 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Putra Benazir pimpin PPP
 
Bilawal Bhutto Zardari
Ayah Bilawal akan mengelola partai selama dia masih kuliah
Putra Benazir Bhutto, Bilawal, dipilih untuk memimpin Partai Rakyat Pakistan, PPP, sebagai pengganti ibunya yang tewas dibunuh pada hari Kamis.

"Ibu saya selalu bilang bahwa demokrasi merupakan pembalasan yang terbaik," demikian kata Bilawal.

Bilawal akan menjadi pemimpin tituler selama dia masih kuliah di Universitas Oxford.

Ayah Bilawal, Asif Ali Zardari, yang akan mengelola partai sehari-hari selama putranya masih kuliah, mengatakan partainya akan ikut dalam pemilihan parlemen yang akan datang.

Masih belum jelas apakah pemilihan parlemen akan berlangsung bulan depan seperti rencana semula.

Zardari menghimbau mantan perdana menteri Nawaz Sharif, yang sejak dulu menjadi pesaing Bhutto, agar mencabut ancamannya untuk memboikot pemilihan umum.

Ganti Nama

Asif Ali Zardari dan putranya berbicara kepada media massa setelah bertemu pucuk pimpinan PPP di Naudero, dekat Larkana, di Pakistan Selatan.

Wakil ketua PPP, Makhdoom Amin Fahim, mengatakan Benazir menunjuk suaminya, Asif Ali Zardari, sebagai penerusnya sebagai ketua partai, tetapi dia menolak dan menunjuk putranya.

Keputusan Zardari ini menurutnya Fahim disetujui oleh dewan pimpinan partai.

Zardari juga mengumumkan bahwa mulai sekarang anak-anaknya akan berganti nama menjadi Bhutto Zardari.

Bilawal yang duduk di antara ayahnya dan Fahim mengatakan bahwa ayahnya akan memimpin partai selama di masih menjadi mahasiswa.

"Setelah saya pulang, saya berjanji untuk memimpin partai seperti yang diinginkan oleh ibu saya,"katanya.

Zardari kemudian meminta para wartawan tidak menanyai anaknya lagi dengan alasan meskipun putranya sudah menjadi ketua partai, usinya masih muda.

Dia juga menolak otopsi atas jenazah istrinya.

"Saya sudah lama tinggal di sini dan tahu bagaimana dan dimana otopsi dilakukan," kata Zardari.

Dia mengatakan partainya meminta PBB dan pemerintah Inggris melakukan penyelidikan seperti yang dilakukan atas pembunuhan bekas Perdana menteri Libanon, Rafik Hariri.

Dia juga menyerukan agar kerusuhan di Pakistan dihentikan.

Sejak Benazir Bhutto dibunuh, 38 orang terbunuh dalam berbagai peristiwa.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy