BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 28 Desember, 2007 - Published 10:47 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Cina-Jepang capai kemajuan
 
PM Jepang Yasuo Fukuda dan PM Cina Wen Jiabao
Kedua pemimpin bertemu di saat hubungan Cina dan Jepang terlihat mencair
PM Jepang Yasuo Fukuda telah bertemu dengan mitranya dari Cina, Wen Jiabao, di Beijing.

Kedua pemimpin itu mengindikasikan bahwa hubungan kedua negara membaik, dengan mengatakan "musim semi telah tiba".

Mereka membahas peningkatan kerja sama dalam masalah lingkungan dan fisi nuklir, namun tidak mencapai kesepatan tentang ladang gas maritim.

Pembicaraan itu dilakukan pada hari pertama penuh lawatan Fukuda ke Cina - yang merupakan kunjungan pertamanya sejak terpilih pada bulan September.

"Perdana Menteri Fukuda mengatakan musim semi telah tiba dalam hubungan kami, dan setelah dua setengah jam berbicara, saya merasa musim semi dalam hubungan Cina-Jepang memang sudah tiba," kata Wen Jiabao pada jumpa pers bersama.

Fukuda mengatakan Cina dan Jepang kini memiliki pengaruh atau tanggung jawab yang besar di Asia dan dunia, dan sudah saatnya untuk mengatasi masalah yang mengganggu hubungan kedua negara.

Lawatan itu dilakukan di saat hubungan kedua negara terlihat mencair, setelah selama puluhan tahun tegang.

Dalam beberapa bulan terakhir, sebuah kapal induk Cina berlabuh di Teluk Tokyo untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.

Iklim kerja sama

Kedua perdana menteri itu membahas peningkatan kerja sama dalam berbagai hal, termasuk termasuk cara untuk mengatasi pemanasan global.

Bendera Jepang di Lapangan Tiananmen
Jepang khawatir tentang masalah polusi di Cina

Menurut kesepakatan baru, sekitar 50 peneliti Cina akan diundang ke Jepang setiap tahunnya selama empat tahun ke depan untuk dilatih mencegah perubahan iklim.

Namun belum ada kesepakatan tentang pertikaian tentang hak atas ladang gas di Laut Cina Timur.

Para menteri berjanji akan melanjutkan perundingan namun Menteri Luar Negeri Jepang Masahiko Komura mengatakan masih ada beberapa perbedaan pendapat besar.

"Cina memperlihatkan bahwa mereka memahami prinsip Jepang, tetapi saya tidak yakin masalah-masalah lainnya bisa diselesaikan," katanya.

Fukuda juga menegaskan kembali sikap Jepang yang menentang kemerdekaan Taiwan dan menyatakan dia menentang rencana Taiwan untuk melakukan referendum tentang keanggotaan PBB.

Bergerak maju

Kunjungan Fukuda ked Cina adalah yang pertama oleh seorang perdana menteri Jepang sejak bulan Oktober tahun lalu, ketika pendahulunya Shinzo Abe mengakhiri pembekuan perjalanan ke Beijing beberapa hari setelah terpilih sebagai perdana menteri.

Cina menolak hubungan tingkat tinggi dengan Jepang selama tahun 2001-2006 pada masa pemerintahan PM Jepang Junichiro Koizumi, setelah dia melakukan lawatan tahunan rutin ke Kuil Yasukuni - yang oleh Cina dinilai mengelu-elukan masa lalu militer Jepang.

Hubungan kedua negara membaik setelah Koizumi mengundurkan diri.

PM Fukuda mengatakan dia tidak akan mengunjungi kuil kontroversial itu selama dia menjabat sebagai perdana menteri.

Wartawan BBC Quentin Somerville di Shanghai mengatakan pemerintah Cina di masa lalu mendorong perasaan anti Jepang di kalangan rakyat Cina.

Namun, absennya para tokoh senior pemerintah Cina pada upacara peringatan 70 tahun pembantaian Nanjing belum lama ini, merupakan tanda bahwa kedua negara mungkin sudah siap untuk meninggalkan masa lalu, kata wartawan kami.

 
 
PM Jepang berada di Cina
27 Desember, 2007 | Berita Dunia
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy