BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 21 Desember, 2007 - Published 09:37 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bom di Peshawar 'tewaskan 50'
 
Darah berceceran di kompleks masjid
Darah dan barang milik korban berceceran di areal masjid
Sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan bunuh diri terhadap sebuah masjid di Pakistan barat laut, namun seorang politisi terkemuka lolos dari maut.

Ledakan mengguncang masjid, di dekat kota Peshawar saat sekitar 1.000 orang menunaikan shalat berjamaah di tengah perayaan Idul Adha.

Di antara mereka, ada Aftab Sherpao, menteri dalam negeri dalam pemerintah yang akan segera mengakhiri masa tugas.

Sherpao lolos dari serangan, tapi mengatakan, putranya terluka.

Tindak kekerasan ini berlangsung sementara Pakistan bersiap menggelar pemilihan umum pekan depan.

Presiden Pervez Musharraf mencabut keadaan darurat hari Sabtu, dan menyatakan ancaman dari militan muslim telah diatasi.

Namun, dalam satu pekan terakhir, telah terjadi beberapa kali serangan bom bunuh diri.

Sekutu dekat

Seorang pejabat senior mengatakan, serangan hari Jumat terjadi di antara jamaah di barisan atau shaf kedua di belakang Sherpao.

Aftab Sherpao
Aftab Sherpao dua kali lolos dari ledakan bom dalam 8 bulan

"Tentu saja Aftab Sherpao adalah sasarannya," kata jurubicara Sherpao, Salim Shah kepada kantor berita AFP.

Ini tampaknya merupakan serangan kedua terhadap Sherapo, sekutu dekat Presiden Musharraf, dalam rentang masa 8 bulan.

Sebagai menteri dalam negeri dalam pemerintah yang baru-baru ini dibubarkan oleh presiden menjelang pemilihan, Sherapo adalah pejabat keamanan paling senior di Pakistan dan memimpin kampanye pemerintah untuk menghadapi para militan muslim.

Dia kembali bersaing untuk mengisi kursi parlemen pada 8 Januari.

Ajang pembantaian

Polisi mengatakan, bom masjid itu memuat 6-8kg bahan peledak dan dijejali dengan paku dan gotri.

 Kami sedang berdoa ketika ledakan dahsyat terjadi. Ledakan itu hampir memecahkan gendang telinga kami
 
Shaukat Ali
saksi mata

Saksi mata mengatakan, pemandangan seperti ajang pembantaian terlihat di dalam masjid di distrik Charsadda, Peshawar pasca ledakan Jumat.

Puluhan korban cedera dilarikan ke rumah sakit.

"Kami sedang berdoa ketika ledakan dahsyat terjadi. Ledakan itu hampir memecahkan gendang telinga kami," kata Shaukat Ali, 26 tahun.

peta lokasi Peshawar

Saya kehilangan dua saudara saya," kata Jehangir Khan, yang mengaku membantu menemukan jasad enam bocah cilik.

Wartawan BBC Barbara Plett di Islamabad mengatakan, gelombang serangan terjadi dalam enam bulan terakhir, dan sebagian besar terjadi di bagian barat laut Pakistan dan sebagian ditujukan ke sasaran militer dan pemerintahan.

Lebih dari 600 orang tewas, termasuk sekitar 200 tentara.

Serangan-serangan itu dipersalahkan ke militan pro-Taleban yang membalas operasi militer terhadap mereka di kawasan perbatasan dekat Afghanistan.

Tindak kekerasan merebak di bagian barat laut Pakistan sejak militer menyerbu dan mengusir orang-orang militan bersenjata dari Masjid Merah di Islamabad yang sempat dikuasi kelompok berhaluan radikal bulan Juli.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy