BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 19 Desember, 2007 - Published 09:02 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pentagon: Irak alami 'kemajuan'
 
Tentara Irak masih bergantung pada Amerika Serikat
Tentara Irak masih bergantung pada Amerika Serikat
Laporan terbaru Departemen Pertahanan AS, Pentagon soal Irak, menyatakan situasi di sana mengalami "kemajuan signifikan", tapi penyerahan kembali tertunda.

Irak menjadi lebih aman dan perekonomian tumbuh dengan laju lebih dari 6%, kata laporan caturwulan bulan Pentagon kepada Kongres.

Meski demikian, laporan itu juga menyatakan, meski jumlah tentara Irak meningkatkan, mereka masih bergantung pada Amerika untuk urusan logistik dan pelatihan.

Laporan juga memperingatkan, pelatihan dan pendanaan dari Irak untuk milisi-milisi Syiah di Irak berlanjut.

'Kebangkitan kesukuan'

Pentagon mengulang nada isi laporannya mengenai Irak yang dikeluarkan bulan September.

Dokumen terbaru ini menyatakan, telah terjadi "kemajuan keamanan yang signifikan, momentum dalam rekonsiliasi di tingkat lokal dan provinsi serta kemajuan ekonomi".

Serangan besar merosot sejak Maret, kata laporan tadi.

Laporan menyebut "kebangkitan kesukuan" para pemuka Syiah dan Sunni yang berbalik melawan al-Qaida.

Dokumen tadi juga mencatat, semakin banyak batalion Irak melakukan operasi dan memimpin upaya kontra-perlawanan.

Tantangan

Namun, Pentagon memperingatkan, kemajuan berkelanjutan akan bergantung pada reformasi politik dan ekonomi dan mencantumkan sejumlah masalah.

Di antaranya, fakta bahwa undang-undang pokok untuk mengatur pemasukan dari minyak dan perwakilan Sunni di pemerintah masih belum diloloskan.

Aparat kepolisian dilanda korupsi dan perpecahan sektarian, sedangkan militer Irak kehilangan 17% pasukannya per tahun akibat jumlah korban yang tinggi dan desersi, kata laporan tadi.

Sementara itu, Pentagon mengatakan, dukungan Iran kepada militan di Irak belum berkurang, dan Suriah tidak berbuat cukup untuk menghalangi pejuang asing masuk Irak.

Teheran membantah memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok militan di Irak.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy