|
UE ancam boikot AS soal iklim
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Para pejabat Eropa dalam konferensi perubahan iklim di Bali mengatakan mereka akan memboikot pembicaraan yang disponsori Presiden
Bush tentang iklim bulan depan, jika Amerika Serikat tidak mengubah posisi tentang emisi gas rumah kaca.
PBB mengatakan, delegasi Amerika menghambat kemajuan dalam konferensi Bali. Sekretaris eksekutif konferensi perubahan iklim, Ivo de Boer mengatakan, perbedaan pendapat ini bisa menggagalkan upaya membentuk kebijakan jangka panjang mengenai perubahan iklim, jika tidak tercapai kesepakatan besok. "Yang menjadi taruhan bagi Amerika Serikat, dan juga negara lain adalah apakah kita bisa melakukan proses untuk membuat kebijakan jangka panjang perubahan iklim yang akan berlaku tahun 2012, saat komitmen pertama protokol Kyoto berakhir tahun 2012," kata de Boer. Sementara itu, mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore, mendesak negara peserta konperensi perubahan iklim PBB membuat kesepakatan akhir meski ditentang negaranya. Al Gore mengemukakan ini dalam pidato di sela sela pertemuan perubahan iklim PBB kemarin. Pemenang hadiah Nobel perdamaian ini menyatakan perubahan politik di Amerika Serikat dua tahun mendatang akan membuat negara itu mengikuti kesepakatan yang dicapai di Bali. Al Gore juga meminta agar konferensi perubahan iklim ini memajukan batas akhir penerapan sepenuhnya traktat perubahan iklim menjadi tahun 2010. Perundingan resmi Terkait dengan sikap Amerika, Sekretaris eksekutif konferensi perubahan iklim, Ivo de Boer mengatakan, semua delegasi ingin secara formal meluncurkan perundingan resmi mengenai isu ini.
"Dan akan sangat sulit bagi negara peserta untuk mempertanggungjawabkan kegagalan ini secara politik di dalam negeri masing-masing," katanya. De Boer menambahkan, jika konferensi gagal, tidak akan ada kejelasan mengenai penanganan masalah perubahan iklim di masa depan. Sementara itu, ketua delegasi Indonesia, Emil Salim mengatakan untuk mengatasi perbedaan pendapat ini, presiden konperensi memutuskan untuk membentuk perundingan terbatas. Namun, Emil Salim menegaskan tidak akan mengubah pandangan hanya karena Amerika berkeras. "Kami ingin memastikan ada cukup ruang bagi pendekatan yang ambisius, komprehensif dan efektif sehingga kami tidak mau mengurangi atau menetapkan opsi yang ada sekarang ini," kata Emil Salim.
"Jika kita bisa menyepakati hasil yang bagus besok, kita akan memiliki dasar yang kuat untuk mengatasi masalah-masalah penting di masa depan," tambah Emil Salim. "Kami menginginkan tujuan jangka panjang dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca," tegasnya. Perundingan akan berjalan hingga malam hari, dan bahkan Emil Salim menyebutkan bisa berjalan hinggi dini hari. Perpanjang itu dilakukan untuk menyelamatkan konperensi karena besok siang komunike harus diumumkan. Delegasi negara yang belum meratifikasi Kyoto ini masih berkeras untuk mengeluarkan keputusan yang tidak rinci karena hal itu bisa dibicarakan dalam negosiasi selama dua tahun hingga 2009. Sementara, delegasi negara lain seperti Indonesia tetap berkeras untuk menghasilkan rincian perundingan sebelum pembicaraan
selama dua tahun itu dimulai. |
Perundingan iklim berjalan lambat13 Desember, 2007 | Berita Dunia
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||